Sabtu, 03 Januari 2015

Benarkah Indonesia dijual ? (Road To Pawai dan Rapat Akbar 1436 H)

1. Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing(Sumber : Salamuddin Daeng(SD), Insititut Global Justice (IGJ)
2. Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati oleh negara-negara maju. Sementara China tidak mengekspor batubara, Sekarang kita harus bertarung di pasar bebas dagang dengan China – Asean. Ibarat petinju kelas bulu diadu dengan petinju kelas berat dunia. Pasti Knock-Out ! Siapa yang melindungi rakyat dan tanah tumpah-darah kita ini?(Sumber : SD-IGJ)
3. Beberapa tahun terkhir kita impor 1,6 juta ton gula, 1,8 juta ton kedelai, 1,2 juta ton jagung, 1 juta ton bungkil makanan ternak, 1,5 juta ton garam, 100 ribu ton kacang tanah, bahkan pernah mengimpor sebanyak 2 juta ton beras(Sumber : RR) Pastinya ada yang salah dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia menyangkut sektor pertanian. Pasti juga ada agen kapitalis yang bermain di balik penindasan yang terjadi terhadap para petani Indonesia ini.
4. Penerimaan negara dari mineral dan batubara (minerba) hanya 3 persen (21 trilyun pada tahun 2006). Padahal kerusakan lingkungan dan hutan yang terjadi sangat dahsyat dan mengerikan!. Devisa remittance dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) saja bisa mencapai 30 trilyun pada tahun sama.[Sumber : Tjatur Sapto Edy-(TSE)] Jadi kemanakah larinya hasil emas, tembaga, nikel, perak, batubara,timah,aluminium dan seterusnya, yang ribuan trilyun itu?…
5. Dari permainan ekspor – impor minyak mentah, pelaku perburuan rente migas ‘terpelihara’, dan setiap tahun negara dirugikan sampai 4 trilyun. Namun menguntungkan ‘oknum’ tertentu yg dikenal sebagai MR TWO DOLLARS dan memiliki hubungan dg penguasa(Sumber : RR).Inikah penyebab pansus BBM DPR RI tidak berkutik ? Malah mantan ketua pansus yang gagal itu jadi MENTERI.
6. Disepakati kontrak penjualan gas (LNG) ke luar negeri dengan harga antara tiga hingga 4 dollar Amerika/mmbtu. Padahal saat kontrak disepakati harga pasar internasional US$ 9/mmbtu(Sumber : TSE). Gas dipersembahkan buat siapa? Siapa yang bermain?
7. Dengan standar buatan Indonesia orang miskin di negeri ini tahun 2006 berjumlah 39 juta (pendapatan perhari 5.095,-) Tapi kalau memakai standar Bank Dunia/standar internasional US$ 2 per hari, maka orang miskin di Indonesia lebih kurang 144 juta orang (65%)(Sumber : FB). Lalu apa yang kita banggakan dari pemimpin bangsa ini?
8. Dengan 63 hypermarket, 16 supermarkets di 22 kota (termasuk 29 hypermartket Alfa dan jaringannya di seluruh Indonesia), maka Carefour Indonesia (komisarisnya jenderal-jenderal) total menguasai bisnis ritel. Bagaimana nasib jutaan warung-warung kelontong milik rakyat kecil? Atas nama liberalisme pasar semua digusur? (Sumber : Penelusuran di internet)
9. Sampai sekarang jumlah mall dengan konsep one stop shopping di JKT sekitar 80an dan akan bertambah tahun ini menjadi 90an. Sementara pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya tinggal 150an dlm keadaan “babak belur”. SIAPAKAH PEMILIK MALL ?? Sementara penghuni pasar tradisional mayoritas pribumi yg dengan memelas dan menjerit pendapatannya terus melorot. Siapa peduli mereka? Persaingan atas nama ideologi apa ini ? Atau penindasan rakyat macam apa ini? (Sumber : Penelusuran di internet)
10. Sepuluh tahun kedepan Indonesia akan impor biji gandum lk 10 juta ton (butuh devisa lk 42,5 triliun rupiah).Sekarang masih 5 juta ton/tahun. Itu artinya akan jadi importir terbesar didunia.Kebijakan pertanian dan pangan yg tidak pro petani/rakyat, membuat kita tergantung pada impor gandum dari AS, Kanada dan Australia. Budaya makan mie,roti dll ikut andil(sukses marketing kapitalis juga). Padahal di Meksiko mampu memproduksi mie dari tepung jagung atau di China Selatan dari tepung beras. Indonesia sebenarnya mampu membuat yang seperti itu bahkan tepung sagu melimpahruah, kalau mau. Tapi bisnis impor gandum dan jual beli terigu sudah jadi “kerajaan tersendiri” yang dinikmati kapitalis. Tak peduli kesengsaraan petani Indonesia.(Sumber : Penelusuran di internet).
11. Sampai saaat ini kebutuhan daging sapi nasional sekitar 400 ribu ton(1,8 juta ekor sapi).dari jumlah tsb baru bisa dipenuhi lk 65%. kekurangannya diimpor dari AS, AUSTRALIA, SELANDIA BARU, KANADA, IRLANDIA, BRAZIL. Pemerintah mencanangkan swasembada daging sapi thn 2014. tapi yang terjadi sejak tahun lalu adalah serbuan daging sapi impor, sapi siap potong impor, daging sapi beku impor yang menghantam usaha peternakan rakyat. Tak tergambar bagaimana program utk merealisasikan swasembada daging tsb secara gamblang.Tak beda dengan impor kedele, jagung, kacang tanah, gula dll berujung pada tdk diberdayakannya secara optimal kemampuan petani/peternak utk mengisi pasar dalam negeri guna menghadapi kebiasaan impor yang hanya menguntungkan segelintir pengusaha /kapitalis. Rezim ini berpihak ke siapa?(Sumber : Penelusuran di internet)
12. Tahun 2008 adalah tahun monumental bagi industri otomotif di Indonesia. Tercatat penjualan 607.151 unit mobil dan lk 6.000.000 unit sepeda motor.Tentusaja AGEN TUNGGAL PEMEGANG MERK(ATPM)berpesta, apalagi PRINCIPALnya. Apakah Pemerintah dan Rakyat Indonesia mendapat manfaat dari pesta tsb ? Ya tentu. Tapi tidak sebanyak yang diraih bila Indonesia punya merk mobil nasional sendiri lewat pembelian lisensi seperti yang ditempuh Malaysia, India, China, Iran dan Korsel. Sudah puluhan tahun gagasan punya merk mobil nasional tapi kandas. Tommy, Bakri dan Texmaco sdh mencoba tapi kandas. Apakah karena kekuatan kapitalisme pada industri otomotif Indonesia sedemikian mencengkeram sehingga kita tak berdaya atau political will yang lemah ? Kenapa Malaysia bisa dengan PROTON nya ?(Sumber : Penelusuran di internet)
13. Penjualan putus gas Donggi Senoro ke Mitsubishi , menghilangkan potensi perolehan negara sebesar USD 500.000.000/tahun atau Rp 4,5 triliun(hitungan DR.Kurtubi).padahal Pertamina jauh lebih pengalaman dalam membangun dan menjual LNG. Kenapa aset negara strategis ini dilepas begitu saja? Sementara rakyat harus membeli gas dengan “harga dunia”yang 5x lebih mahal?
14. Seperti dalam berbagai bidang Malaysia dulu banyak belajar dari Indonesia trmasuk Petronas awalnya banyak belajar dari Pertamina.tapi kini aset Petronas 5x lebih besar dari Pertamina.(Sumber : Dr. Kurtubi dan Marwan Batubara). Apakah karena kehebatan orang Malaysia atau karena Pertamina secara perlahan digrogoti dari dalam oleh mafia migas/konspirasi kapitalis?
15. Indonesia disebut TANAHAIR. 175 jt ha TANAH dalam bentuk HPH,HGU,KONTRAK KARYA. AIRTAWARNYA dikuasai 246 perusahaan air minum dalam kemasan(AMDK). 65% dipasok oleh perusahaan asing (AQUA DANONE dan ADES COCACOLA). AQUA DANONE milik Prancis menguras air Indonesia dari 2001 sd 2008 saja lk 32.000.000.000 liter dengan laba yang dilapor hanya Rp 728 milyar. Pada label disebut dari mata air pegunungan,padahal dari exploitasi air tanah.Banyak kebohongan pihak AQUA yang dilansir Marwan Batubara(Tokoh LSM KPK-N),mulai dari volume,pajak,laba hingga dampaknya. Dan yang paling mengerikan menurut Erwin Ramadhan, ancaman terhadap ketersediaan air tawar di Indonesia, akan kering dimasa datang? TANAHAIR milik siapa?
16. Hutang Luar Negeri Indonesia (Pemerintah dan Swasta) sebesar dua ribu lima ratus trilyun rupiah (2.500.000.000.000.000) diantaranya dibuat selama 5 th pemerintahan SBY sebesar 300an triliun.. Bunga dan cicilan pokok 450 trilyun. Pertumbuhan ekonomi 4 – 6 % per tahun hanya untuk biaya bunga dan cicilan pokok hutang luar negeri.Sebuah sumber menyebut negara telah bangkrut secara akuntansi karena hutang lebih besar dari assets. Kekuatan ekonomi bangsa Indonesia telah terjebak dalam hutang berkepanjangan (debt trap) hingga tak ada jalan keluar! Kita akan terus hidup bergantung pada hutang.Sementara itu diduga ada mafia dlm “permainan hutang” ini yg mengambil keuntuangan dari “selisih bunga pinjaman hutang”.makin banyak pinjaman makin menguntungkan mafia ini. oh lintah darat terus menghisap darah rakyat.[Sumber : SD-IGJ, FUAD BAWAZIER(FB), RIZAL RAMLI(RR)]
17. Empat puluh tahun lalu pendapatan rakyat Asia Timur rata-rata sebesar US$ 100, bahkan China cuma US$ 50. Kini Malaysia tumbuh 5 kali lipat lebih besar dari pendapatan Indonesia, Taiwan (16 kalilipat), Korea (20 kalilipat), China (1,5 kalilipat) dan telah jadi raksasa ekonomi, politik, dan militer di ASIA.(Sumber : RR). Ke mana hasil sumber daya alam kita yang sudah dikuras selama hampir 40 tahun ini? Ya memperkaya negara Barat, Singapura,ASIA Timur dan tentu saja oknum2 KAPITALIS di INDONESIA.
18. Ekonomi Indonesia hanya dikendalikan oleh 400-an keluarga yang menguasai ribuan perusahaan Sejak Orde Baru mereka dapat monopoli kredit murah, perlindungan tarif, kuota, dan sebagainya. Semua itu karena mereka memberi upeti kepada penguasa(Sumber : RR). Sementara usaha kecil yang puluhan juta dianiya, digusur, dan dipinggirkan.
19. Akibat dari BLBI 1997, maka banyak bank berantakan. Kemudian direkapitalisasi ratusan trilyun. Bunga rekapitalisasi setiap tahunnya ditanggung oleh rakyat Indonesia melalui APBN sebesar puluhan trilyun untuk jangka 30 tahun ke depan(Sumber : FB). Yang menikmati BLBI di antaranya Syamsul Nursalim dkk, ongkang-ongkang kaki di Singapura(bahkan melalui Ayin tetap menjalin “persahabatan” dg PENGUASA Ind). Parahnya lagi, sekarang keadaan perbankan 66-70% sudah dikuasai oleh modal asing(Sumber : SD-IGJ). Sebagian bank yang dikuasai asing itu menikmati bunga rekapitalisasi yang ditanggung oleh APBN tersebut. Kesimpulannya, negara Indonesia ini sudah berantakan dalam aspek-aspek mendasarnya (teritori, keuangan, hutang).
20. Dengan iming-iming pinjaman US$ 400 juta dari the World Bank, Undang-Undang Migas harus memuat ayat: Indonesia hanya boleh menggunakan maksimal 25% hasil produksi gas-nya. Bayangkan, kita eksportir gas terbesar di Asia, tapi penggunaan gas-nya diatur dari luar. Akibatnya PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Asean Aceh Fertilizer, tutup karena kekurangan pasokan gas(Sumber : RR). Ini tikus mati di lumbung padi! Bahkan sekarang harga gas untuk rakyat mau dinaikkan lagi.
21. Dengan total anggaran belanja 3.660 trilyun (tahun 2005 s/d 2009), selama 1825 hari kerja, rezim ini hanya mampu menurunkan jumlah orang miskin dari 36,1 juta (16,6%) menjadi 32,5 juta (14,15%).Sumber lain malah menyebut terjadi penambahan jumlah orang miskin. Sementara pengangguran terbuka makin meningkat dari 7% menjadi lebih-kurang 8,5%. Padahal sebagian rakyatnya sudah rela jadi “kuli” di ARAB SAUDI, HONGKONG, SINGAPURA, MALAYSIA, KORSEL dll. Mau ke mana rakyat dan negeri ini dibawa…? (Sumber : Hasil penelusuran di internet)
22. Untuk pemenangan PEMILU dan PILPRES(selain “PROYEK CENTURY”), demi bertahannya rezim ‘anak manis’ ini, maka majikan dari luar memberi bantuan pinjaman sekitar 50 trilyun untuk mengambil hati orang desa, masyarakat miskin,dan pegawai negeri (PNPM, BLT, GAJI ke-13, JAMKEMAS, KUR, RASKIN, dll)(Sumber : SD-IGJ). Utang makin bertambah demi citra rezim di mata rakyat ‘bodoh’. Ditambah lagi dengan UTANG, untuk kesejahteraan pegawai DEPKEU atas nama REFORMASI BIROKRASI, sebesar hampir 15 trilyun, yang menghasilkan GAYUS MARKUS. Alamak…, makin sempurna kejahatan rezim ini!
23. Dugaan kekayaan negara yang hilang sia-sia: 1>. Dengan memakai asumsi Prof. Soemitro 30% bocor, maka kalau APBN 2007 sebesar 750 trilyun, maka bocornya lebih kurang 250 trilyun. 2>. Penyelundupan kayu/pencurian hasil laut, pasir, dan lain-lain 100 trilyun. 3>. Potensi pajak yang tidak masuk kas negara tahun 2002 (menurut Kwik Kian Gie) sekitar 240 trilyun kalau sekarang misalnya dua kali lipat, maka angkanya berkisar 500 trilyun. 4>. Subsidi ke bank yang sakit menurut Kwik 40 trilyun tahun 2002. Maka secara kasar potensi pendapatan negara yang hilang sia-sia totalnya 890 trilyun. Itulah salah satu sebab rakyat tetap miskin, segelintir orang mahakaya, dan negara tertentu kecipratan menjadi kaya.
24. Tahun 2005 BPK menemukan 900 rekening gelap senilai 22,4 trilyun milik 18 instansi pemerintah. Pada waktu itu ada 43 instansi yang belum diaudit(Sumber : FB). Jadi masih banyak uang negara yang gelap yang belum dimanfaatkan. Kenapa mesti menghutang untuk memberi rakyat raskin dan BLT? Kenapa jalan-jalan raya di tengah kota banyak yang bolong-bolong? Kenapa begitu banyak orang yang mengemis di pinggir-pinggir jalan?
25. Tahun 2003 BUMN Indosat dijual ke TEMASEK SINGAPURA dengan harga 5 triliun.Selama lk 5 tahun TEMASEK telah meraup keuntungan lk 5 triliun laba dari bisnis telekomunikasi tsb. Artinya secara kasar modal sudah kembali. Tahun 2008 TEMASEK menjual Indosat ke QATAR TELECOM senilai 16 triliun. Itu keuntungan mutlak hanya dalam 5 tahun dari perusahaan Singapura. Siapa yang pintar dan siapa yang “pura-pura bodoh”? Ini salah satu dosa rezim neolib yang tak akan dilupakan rakyat.(Sumber : Penelusuran di internet).
26. Menurut BPK ; “kerugian negara akibat ilegal logging 83 milyar/hari atau 30,3 triliun/tahun. ¾ hutan alam telah musnah. Setahun hilang seluas negara Swiss. Belum termasuk kerugian ekologis(banjir,longsor,kekeringan, hilangnya satwa,gas rumah kaca)”. Apa hubungannya dengan RRC atau Malaysia yang jadi juara export kayu lapis di dunia yang dulu dijuarai Indonesia?
27. Menurut ER Hardjapamekas, tahun 2008 , 36 Kepala Daerah diduga korupsi. Tiga tahun terakhir nilai yang dikorupsi lk 1.600 milyar. Sejak reformasi lk 1.000 anggota DPRD terlibat korupsi bernilai lk 200 milyar. Ini yang terungkap… cuma puncak gunung es…
28. Meskipun Cina menerapkan hukuman berat terhadap koruptor sampai 4800 pejabat negara dieksekusi didepan regu tembak tahun 2007, namun tahun 2009 pejabat terbukti korupsi meningkat 2,5% menjadi 106.000. Ini yang diduga menyebabkan peningkatan jumlah yang dieksekusi mati antara 8.000an sampai 10.000an (BATAVIASE.CO.ID 05 APRIL 2010). Indonesia yang “hanya memenjarakan dengan hukuman relatif ringan” (tak ada yang dieksekusi) lk 500an pejabat sejak 5 tahun terakhir, tentu tak mempunyai efek jera.
29. Salah satu dampak buruk skandal CENTURY ,pegawai rendahan tahu para BOS melakukan korupsi besar tapi tak ada tindakan hukum/politik.Akibatnya mereka yang rendahan merajalela melakukan koropsi seperti cerita pak SAPARI sbb ;” TENDER 800 JT. KETIKA MENANG LANGSUNG DIPOTONG 300 JT.PADA SAAT PELAKSANAAN RIELNYA CUMA SISA 250 JT. BERARTI PROYEK DIKERJAKAN DENGAN NILAI CUMA 30% ALIAS KORUPSI 70% (Sumber : Sapari, kontraktor, Jakarta,editorial Metro Tv, 10 Agustus 2010 pk. 07.30).Ini permainan orang bawah. tak merasa ada beban.mereka makin merasa ada pembenaran dari skandal Century.
30. Dlm kasus bencana Teluk Mexico Presiden Obama berhasil mendaptkan komitmen ganti rugi dari Biyond Petrolium(BP) sebesar USD 20 M. Dalam kasus Lapindo yang oleh Rahmat Witoelar (mantan Menneg KLH) disebut BUKAN BENCANA ALAM, malah pemerintah melalui APBN (DARI PAJAK RAKYAT!) harus menanggung beban Lapindo sebesar Rp 7,2 triliun dari 2010 sd 2014(Sumber :Marwan Batubara).lebih besar dari uang Century yang dirampok.
31. Presiden AS Richard Nixon menginginkan kekayaan alam Indonesia diperas sampai kering. Indonesia ibarat realestate terbesar didunia yang tak boleh jatuh ke tangan Uni soviet atau China(Charlie Illingworth,seperti dikutip B Shambazy dalam buku John Perkins” Membongkar Kejahatan Jaringan Internasional. Bagaimana realita Indonesia setelah 40 tahun “pesan Nixon” ? Minyak , gas, emas,batubara, tembaga dll hampir kering dijarah. Ditambah dengan jeratan utang menggunung. Apakah para agen Nixon belum kenyang dan belum tobat?
32. “Aku akan bekerja membangkrutkan negara negara yang menerima pinjaman sehingga negara negara itu selamanya akan terjerat utang . setelah itu mereka akan jadi sasaran empuk kepentingan kami (USA), berkait dengan ;pangkalan militer,hak suara di PBB,akes ke minyak bumi atau sumberdaya alam lainnya”. (John Perkins : ” CONFESSION OF AN ECONOMIC HIT MAN “)
33. Di barat kita bermasalah dengan Malaysia, di timur (NTT) ada masalah dengan tumpahan minyak(ledakan sumur)blok Montara milik PT TEP(Australia/Thailand).Tumpahan ini telah merugikan secara sosial ekonomi dan lingkungan Indonesia. Menurut Gubernur NTT nilai kerugian akan berakumulasi antara 2,5 sd 3 triliun mencakup 20.358 KK nelayan.Sikap Pem RI terhadap Australia/Thailand sangat lambat.Padahal kasus ini sudah lebih setahun(lebih dulu dari kasus Teluk Mexico yang diselesaikan cuma 2 bulan oleh Obama).PEM RI malah telah keluarkan biaya penanggulangan sekitar rp 900 juta. Penanganan dan klaim sangat lambat.bagaimana kedaulatan kita?akan diselesaikan diam2?
34. PETRONAS menguasai 1 juta ha PSC MIGAS dan 400 ribu ha (ada yang menyebut dua juta ha) lahan sawit di Indonesia dikuasai Malaysia.Kedua bisnis tsb seluruhnya seluas 3x pulau Lombok(sumber;SD-IGJ), Investasi senilai USD 1,2 M, 2 JUTA TKI dll seharusnya menjadi alat penekan PEM RI dalam rangka perundingan perbatasan dengan Malaysia.Tak ada perundingan yang sukses tanpa pressure.takada diplomasi santun dengan tetangga yang kurang ajar.
35. Amerika Serikat adalah negara brandal(rogue state) terbesar di muka bumi. Ia mensponsori kudeta a.l. di Indonesia (1965) dan bahkan dengan dukungan institusi keuangannya/Depkeunya juga IMF , menimbulkan aksi devaluasi kejam terhadap aset2 di Asia Timur/Tenggara termasuk Indonesia (1997) yang menciptakan pengangguran massal dan menihilkan seluruh kemajuan yang telah dicapai selama bertahun tahun di Asia Timur/Tenggara termasuk di Indonesia.(lihat NEO IMPERIALISME karya DAVID HARVEY hal 44 dst).Mungkinkah peristiwa tsb berulang lagi di Indonesia dalam pola yang lebih kreatif?
36. Indonesia adalah eksportir sawit terbesar di dunia. namun sebagian besar kebun sawit adalah pengusaha Malaysia. Pabrik olahan sawitnya dibangun di Malaysia dan Singapura.padahal sawit mempunyai 38 produk turunan (bahkan ada yang menyebut 100 an lebih). Indonesia tdk mendapat nilai tambah dari sawit.justru yang terjadi paradox/ketimpangan besar antara pengusaha dengan rakyat yang hidup di sekitar perkebunan (A.Prasetyantoko,FTW,Agsts 2010).Di MalaysiaTKI diexploitasi sebagai “budak”(ada 50ribuan anak anak TKI yang tdk sekolah di Sabah), di Tanahair sendiri jadi kuli di kebun orang Malaysia.TRAGIS DAN IRONIS.
37. Sejak 1998 sd 2009 lebih kurang 474 UU telah disahkan. Yang paling menyedihkan adalah UU bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam. Ciri umum UU tsb adalah ; 1. Hilangnya campurtangan negara dalam perekonomian dan diserahkan pada mekanisme pasar. 2. Penyerahan kekuasaan pada modal besar/asing dalam rangka ekspansi dan eksploitasi sumber daya alam di Indonesia.3.Perlakuan diskriminatif terhadap mayoritas usaha rakyat(Sumber : IGJ
38. Menko Perekonomian menargetkan investasi mencapai 3.100 triliun sampai 2014(Sumber :SIB 25/6/2010). Padahal dalam 15 tahun terakhir investasi asing tidak mencapai 1.000 triliun atau cuma sekitar USD 76.469 M(Sumber : SD-IGJ). Dengan investasi dibawah 1.000 triliun saja pihak asing sdh menguasai lk 75% sumber kekayaan alam,sumber keuangan/perbankan dan aktifitas perdagangan di Indonesia. Bila target tsb terwujud ditambah UU yang pro asing/kapitalis serta sikap “kurang nasionalis” para politisi/penguasa, maka bukankah sama dengan kita menyerahkan bangsa dan rakyat (kedaulatan kita) bulat2 ke kaum imperialis?
39. Hutang perkepala rakyat Indonesia meningkat selama pemerintahan SBY , dari 5,8 juta (2004) menjadi 7,7 juta(2009). Jumlah hutang meningkat 31% dalam 5 tahun terakhir. PENINGKATAN TERBESAR SEPANJANG SEJARAH(Sumber : Tim Indonesia Bangkit). Cicilan pokok plus bunga yang dibayar dalam 6 tahun terakhir adalah 877,633 triliun(Sumber : SD-IGJ,Agsts 2010).Lebih besar dari APBN 2007.Melebihi seluruh pendapatan dari pajak setahun. Membangun atau menggali lubang…?
40. Indonesia akan benar2 jadi NEGARA GAGAL?Mnurut Rotberg(2002) gejala negara gagal 1.Keamanan rakyat tak bisa dijaga 2.Konflik agama/etnis tak usai 3.Korupsi merajalela 4.Legitimasi negara menipis 5.Pusat tak berdaya hadapi masalah dalam negeri 6.Rawan terhadap tekanan luar negeri 7.dll. Dalam bukunya COLLAPSE(2005) PROF JARED DIAMOND(UCLA), Indonesia diramalkan akan jadi NEGARA GAGAL,seperti SOMALIA,ETIOPIA,RWANDA dll. AYO BANGKIT BERSAMA.SELAMATKAN INDONESIA !JANGAN SIBUK SELAMATKAN DIRI MASING2 DONG !
41. Thn 1984 ekspor Indonesia US$ 4 MILYAR, CHINA hanya US$ 3 milyar. Dua puluh tahun kemudian Indonesia US$ 70 MILYAR, CHINA US$ 700 milyar. Dalam bidang pembangunan jalan tol Indonesia memulai lbh awal 10 tahun dari Malaysia dan 12 tahun dari China. Sekarang panjang tol Malaysia lk 6.000 km dan China lk 90.000 km. Sementara Indonesia cuma 630 km (Sumber :JEFFREY SACH).Skedar indikator betapa tertinggalnya kita.
42. Dari 1,3 milyar penduduk China ada 70 juta anggota Partai Komunis yang didoktrin utk berbuat terbaik utk rakyat/negaranya. Mereka adalah tim yang 24 jam nonstop memikirkan kemana negaranya akan dibawa.(Sumber : Mayjen Purn. Sudrajat,mantan Dubes di China). Rahasia kemajuan China lainnya :sangat kuat menjaga persatuan dan stabilitas keamanan(ala Soeharto?), falsafah : “mewujudkan dunia benar2 surga”,menegakkan hukum konsisten(sdh lk 10.000 koruptor dieksekusi !)dll. Benar sabda Nabi Muhammad SAW; kejarlah ilmu sampai ke negeri China.
43. Dana pemilu,pilpres dan pemilukada tahun 2009 diperkirakan sekitar 50 triliun(Sumber : Dradjad Wibowo,MI.Com 14/3/09). Lk 5% APBN. Demokrasi mahal. Yang terjadi adalah “demokrasi criminal/ crime democracy” (istilah Rizal Ramli). KRIMINAL PROSESNYA (sbagian beli suara, manipulasi,skandal Century,IT dan DPT,kolusi dan nepotisme nomor urut caleg dll). KRIMINAL OUTPUTNYA (“sekongkol” atur anggaran, contoh anggaran perjalanan 19,5 triliun, tidak serius tuntaskan skandal Century, kasus pemilihan Gub BI dll). Harus segera dibangun demokrasi yang bermartabat. Anggaran partai harus dari Negara supaya akuntabel dan tidak dibajak oleh kapitalis/corporatokrasi, lahir politisi yang akuntabel, bermutu, berintegritas. UU Pemilu/Parpol/Parlemen(MD3) harus dirubah dan spiritnya membuka ruang bagi tumbuhnya demokrasi yang sehat. Outpun lain dari demokrasi kriminal adalah KADER BANGSA TERBAIK (jujur, trackrecord bagus, cerdas, berintegritas) TERELIMINASI/ TERGUSUR dari proses recruitment politik dan birokrasi, sehingga tidak dapat tampil jadi PEMIMPIN BANGSA (hanya karena tak cukup uang/ sponsor/ tak punya power cantolan atau memang mereka menolak bermain uang/ memakai sponsor/cantolan). Yang EKSIS adalah sebagian mereka yang mau bermain dalam system demokrasi kriminal(dan karena itu tak heran bila lembaga politik bahkan birokrasi banyak dihuni “ bukan kader bangsa terbaik” dan karena itu tak punya visi serta komitmen membangun bangsa dengan sungguh2 dan benar). Sistem demokrasi yang benar dan sehat SEMESTINYA melahirkan KADER BANGSA TERBAIK PADA POSISI TERBAIK dan itu menjadi prasyarat menuju kejayaan sebuah bangsa.
44. Luas rata rata lahan petani Karawang 0,33 ha dengan nilai pendapatan rata rata perbulan lebih kurang Rp 700 ribu (Rp 23 ribu perhari). Angka “hidup layak minimal” di Karawang Rp 1,2 jt/bulan ,sementara upah minimum 2010 adalah Rp 1,1 juta/bln( Kompas 25/9/10). Petani Karawang adalah PAHLAWAN yang menyuplai beras utk warga.dan elit2 Jakarta.tapi siapa yang peduli dengan mereka? BENARKAH mereka tersentuh pembangunan? Bagaimana mereka menyekolahkan anak?berobat kalau sakit? Sawah tergenang banjir? Semoga saat kita menyuap NASI kita ingat dan doakan Petani Karawang dan semua Petani Indonesia .
45. Ada lebih kurang 30 juta rakyat Indonesia tidak punya rumah (Sumber;Prof.DR.D.Rachbini). Lebih besar dari seluruh penduduk Malaysia. Di zaman Orba ada rumus pembangunan rumah 1,3,6 (tiap bangun 1 rumah mewah ada kewajiban bangun 3 rumah menengah dan 6 rumah sederhana). Kekuatan lobby kapitalis membuat rumus tsb redup. Yang muncul adalah wanita2 cantik di layar kaca berceloteh tentang rumah idaman. Jutaan rakyat kecil di gang gang kumuh menonton kemolekan “agen kapitalis” tsb sembari merenung tentang harga apartemen yang “cuma satu koma empat milyar”. Para purnawirawan risau dengan nasib rumah yang dihuninya. Benarkah Negara menyejahterakan rakyatnya? Tanah dan bangunan untuk siapa?
46. “Kami telah terbiasa selama 30 thn trakhir ini memenuhi 95% kebutuhan kami dg swasembada. Kami hanya impor secuil. Sanksi internasional akan bawa berkah kemakmuran bagi kami. Negara2 Eropa akan rugi besar akibat sanksi thdp kami “(Pres Iran Ahmadinejad,21 Sep 2010 di New York.)” Tugas kami adalah utk memainkan peran penting dalam membebaskan dunia dari imperialisme, kapitalisme dan hegemoni neoliberal yang saat ini mengancam keberlangsungan hidup umat manusia” ( Kol.Purn. Hugo Chavez,Pres.Venezuela, 27 Juni 2010).”Roh Soekarno” sudah minggat? Tak betah di Tanahair beta? Bangsa yang telah terjebak hutang ribuan triliun tak mungkin bisa tegak kepalanya seperti Iran, Venezuela atau China.
47. Disatu sisi APBN dalam 5 tahun terakhir meningkat 100%. Sumbngan dari pajak 70%, khusus dari PPH dan PPN significant. Tapi subsidi terus menurun dari 23,69% tahun 2005 menjadi 14,29% tahun 2010(Sumber ; SD-IGJ). Padahal kenaikan APBN seharusnya makin memperkuat BASIS KEBIJAKAN EKONOMI KERAKYATAN/ NASIONAL. bukan malah memberi stimulus fiskal(73 triliun tahun 2009 dan 60 triliun tahun 2010) kepada sektor swasta/asing. Pencabutan subsidi listrik/kenaikan TDL (yang sangat memberatkan rakyat!) misalnya bukankah salah satunya karena ingin mengakomodir kepentingan perusahaan2 asing yang ingin investasi disektor kelistrikan? APBN mengabdi untuk siapa?
48. Meskipun China dan India impor minyak masing masing 60% dan 80% dari kebutuhan dalam negerinya tapi tetap mensubsidi rakyatnya. INDONESIA yang punya cadangan 80 miliar barel (seharusnya bisa memproduksi 1,5 jt barel/hari daripada sekarang yang cuma 960 ribu) dan jauh lebih besar potensi minyaknya dari kedua negara tsb (Sumber : DR.KURTUBI), malah sibuk dengan rencana mengurangi subsidi utk rakyatnya. Padahal Indonesia masih punya cadangan gas yang luar biasa yang bisa mengganti peran minyak di industri. Mengapa subsidi utk rakyat yang terus diutak atik? Bukankah masih BANYAK PILIHAN KEBIJAKAN utk membela rakyat dan MEMPERKUAT BASIS EKONOMI KERAKYATAN melalui KEBIJAKAN MIGAS tanpa harus mengurangi subsidi? Minyak dan gas salah kelola? Dipersembahkan buat siapa?
49. Struktur sektor perbankan secara umum tlah dikuasai asing. Bank yg dominan saham asing ; DANAMON (68,83%), BUANA(61%), UOBI(100%), NISP(72%), OCBC(100%), CIMB NIAGA(60, 38%) BII(55,85%), BTPN(71,6%). Meskipun msh minoritas tapi BANK PANIN dan PERMATA masing2 sdh dikuasai asing dengan 35% dan 44,5%. Tahun 2011 akan dijual/privatisasi 10 BUMN, termasuk MANDIRI dan BNI .Selama 5 thn (2004- 2009) kredit bank asing Cuma ngucur 19,34% dan sekarang cendrung turun.dibawah bank pemerintah/swasta nasional(Sumber : AE. YUSTIKA, INDEF). Kerja bank memang NYEDOT UANG, tapi sedotan bank asing lari kemana ya?
50. Kekayaan Indonesia 10 tahun terakhir ini meningkat 5 kali lipat menjadi Rp16.200 triliun, tertinggi peningkatannya di ASIA PACIFIC. Dari 232 juta penduduk Indonesia, 60ribu orang punya kekayaan diatas 1 juta USD( lk rp 9 M), 20%(46.400.000 orang)kekayaannya antara 10ribu USD sd 100 ribu USD(Rp 90jt sd Rp 900 jt). Delapan puluh(80%) atau 185.600.000 orang kekayaannya dibawah USD 10 ribu atau Rp 90 jt(Sumber: Riset Global Wealth Report). Kekayaan meningkat tapi hutan gundul, perut bumi dikuras habis. Yang maha kaya segelintir manusia. Yang miskin makin melarat. Yang maha kaya simpan duitnya dimana ya ?
=====
Tulisan : FUAD BAWAZIER(FB), RIZAL RAMLI(RR)
Silahkan dicerna sendiri, fakta yang ada.
Apa yang Indonesia butuhkan adalah solusi tuntas dan total untuk semua lini.
Khilafah dengan Syariah Islam akan menjamin semuanya dikembalikan secara hak kepada yang wajib.

Kamis, 27 November 2014

Dampak Pasar Bebas 2015 Terhadap Ketahanan Keluarga dan Kualitas Generasi

Di tahun 2015,  negara-negara di kawasan  ASEAN akan menjadi sebuah negara besar bernama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA bertujuan  menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi dengan ciri adanya aliran bebas barang, jasa dan tenaga kerja terlatih, modal serta aliran investasi yang lebih bebas.  Oleh karena itu setiap barang impor yang masuk  tidak akan dikenakan biaya tambahan. Setiap penduduk di kawasan ASEAN akan bebas berpergian dari satu negara ke negara lain. Baik untuk bekerja, menjual atau membeli sebuah produk. Sementara itu, perusahaan akan bebas memilih lokasi pendirian pabrik dan kantor perusahaan di kawasan ASEAN.
Sebagian besar kalangan menilai bahwa MEA dapat membawa dampak buruk bagi Indonesia.  Adanya peleburan negara-negara ASEAN  dengan nama Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA) selain dapat membentuk budaya “baru” di masyarakat yang lebih liberal juga melemahkan ketahanan ekonomi Indonesia.
 Meskipun MEA pada awalnya lebih ditujukan untuk mendorong negara-negara di kawasan ASEAN melakukan usaha kerjasama di bidang ekonomi dan kesejahteraan, namun dalam perkembangannya, dinamika kerjasama kawasan ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh arus besar globalisasi yaitu menuju pasar bebas dunia. Lahirnya MEA menjadi cermin bagaimana kuatnya arus globalisasi ekonomi yang lahir dari paham neoliberalisme negara-negara kapitalis barat. 
Indonesia merupakan negara yang menjadi sasaran pasar bebas dunia 2015. Secara ekonomi, Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sebagaimana tertuang dalam dokumen Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk ke-4 terbesar di dunia. Indonesia juga negara yang kaya dengan potensi sumber daya alam. Sampai tahun 2010 Indonesia masih menjadi salah satu produsen besar di dunia untuk berbagai komoditas, antara lain sawit, kakao, timah, nikel, bauksit, besi baja, tembaga, karet  juga perikanan. Indonesia juga memiliki cadangan energi yang sangat bermanfaat seperti batubara, panas bumi, gas alam dan air yang sebagian besar dimanfaatkan untuk mendukung industri andalan seperti tekstil, perkapalan, peralatan transportasi dan makanan-minuman.  Selain potensi ekonomi, Indonesia juga memilliki potensi penduduk yang luar biasa, salah satunya adalah kaum perempuan. Untuk perusahaan besar ada tiga hal yang mereka cari bahan baku murah, pekerja murah dan pasar produk yang luas. Indonesia memiliki ketiganya.  Bagi negara-negara kapitalis barat, Indonesia bagaikan “surga”. Tak hanya menguntungkan secara bisnis namun juga sebagai sarana melanggengkan hegemoni ideology kapitalisme demi memperkuat eksistensinya di kancah perpolitikan internasional.
Jika benar-benar MEA terjadi pada tahun 2015 maka akan terjadi kegoncangan ekonomi Indonesia. Ketika seluruh produk bebas bersaing, maka produk yang bisa bertahan hanyalah produk yang dimiliki oleh perusahan-perusahaan besar. Secara teknologi dan modal, mereka sudah besar dan mapan. Berbeda dengan skala home industry. Secara teknologi masih sederhana dan secara permodalan masih pas-pasan. Tentu secara  mutu pun tidak bisa bersaing. Belum lagi ditambah berbagai kebijakan pemerintah yang kurang berpihak kepada UKM.
Yang patut dikritisi adalah perhatian  pemerintah agar  perempuan lebih berdaya guna  di sektor usaha sebagai persiapan menghadapi MEA 2015.  Perempuan-perempuan didorong  untuk terjun ke dunia kerja atas nama pemberdayaan ekonomi perempuan. Apalagi di era pasar bebas, persaingan semakin ketat.  Para laki-laki yang menjadi tulang punggung keluarga akan semakin kesulitan mencari pekerjaan. Kondisi ini menyebabkan kaum perempuan bekerja membantu ekonomi keluarga. Ironisnya, bukannya kesejahteraan yang mereka dapatkan. Justru yang terjadi adalah eksploitasi perempuan. Di sisi lain, ketika kaum perempuan bekerja secara massif di luar rumah, beban ganda menjadi dilemma yang tak bisa terelakkan. Stress bisa datang sewaktu-waktu dan seringkali menyebabkan konflik dalam keluarga. Itulah sebabnya kenapa perceraian suami istri semakin meningkat yang saat ini penyebabnya didominasi karena faktor ekonomi yaitu eksistensi perempuan di dunia kerja. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya fungsi ibu sebagai pendidik generasi.   Dunia kerja yang ketat, membuat para ibu menghilangkan “perasaan bersalah” meninggalkan kewajiban pengasuhan dan pendidikan anak melalui tempat penitipan anak (day care).  Peran ibu sebagai pendidik generasi di era pasar bebas  akan hilang  tergantikan oleh konsep pendidikan dari lingkungan bercorak liberalistik atas nama era globalisasi. Budaya luar yang masuk dengan deras sebagai efek dari pasar bebas  akan membuat  persoalan degradasi moral di kalangan remaja semakin meningkat.
 Pasar bebas pada faktanya merupakan alat bagi negara-negara kapitalis barat  untuk mencengkeram dan mengontrol perekonomian negeri-negeri dunia ketiga (baca:Islam). Akibat berbahaya dari pasar bebas adalah dampak sosial yang bermuara tidak hanya pada kehancuran keluarga namun juga kehancuran generasi. Oleh karena itu Islam mengharamkan konsep pasar bebas yang diusung negara-negara kapitalis barat. Di samping secara faktual merugikan, sejatinya kebijakan tersebut merupakan implementasi dari konsep kebebasan kepemilikan dari ideologi kapitalis yakni bebas untuk memiliki dan menguasai berbagai jenis komoditi. Sementara dalam Islam konsep kepemilikan diatur dengan jelas yaitu kepemilikan individu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Kepemilikan negara adalah harta yang dimiliki seluruh kaum muslimin dan dikelola penuh oleh  negara Khilafah.
            Dengan menerapkan sistem ekonomi Islam dalam negara Khilafah, niscaya ketahanan ekonomi akan diraih serta jaminan kesejahteraan akan melingkupi semua keluarga.  Keluarga yang sejahtera dan bahagia merupakan jaminan terwujudnya generasi berkualitas berkarakter pemimpin yang akan menghantarkan bangsa ini menjadi bangsa yang berperadaban, kuat, maju dan terdepan.











Rabu, 26 November 2014

Di Balik Kunjungan Jokowi ke Bengkulu

“Kami tidak perlu kesederhanaan Jokowi…Yang kami inginkan adalah  kebijakan Jokowi”….Demikian komentar  sebagian warga Bengkulu saat menanggapi kedatangan Jokowi ke Bengkulu.   Lontaran kalimat ini  terkait kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM baru-baru ini. Seakan  tak ingin masyarakat  terus-menerus memberikan  pencitraan negatif, Jokowi mengadakan kunjungan ke Provinsi  Bengkulu.  Sebelumnya Jokowi  mengadakan pertemuan dengan para walikota  se-Sumbagsel membahas kebijakannya menaikkan harga  BBM.  Namun  seakan terpesona dengan  “kesederhanaan” Jokowi,  patut disayangkan ternyata semua walikota itu mengaminkan kebijakan Jokowi tanpa ada satupun  kritik.
Dalam kunjungannya ke Bengkulu,  Jokowi menjanjikan akan segera   membangun jalan tol dan jalur kereta api trans Sumatera. “Sudah diputuskan tadi bahwa jalan tol trans Sumatera dan kereta api trans Sumatera awal tahun akan dimulai,” ungkap Jokowi, Selasa (25/11/2014) malam. Diketahui, pembangunan jalan tol dan jalur kereta api trans Sumatera tersebut merupakan salah satu program yang tertera dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Jokowi memulai kunjungannya dengan tebar pesona di kampung nelayan Malabero.  Bersama Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, Jokowi mengungkapkan beberapa hal terkait kemaritiman Bengkulu. Diantaranya akan mencegah terjadinya illegal fishing dengan menertibkan kapal-kapal asing dan seluruh alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.  Dalam kunjungan tersebut, para nelayan dijanjikan  perumahan dan SPBN khusus nelayan.  Tidak hanya itu, Jokowi-Susi juga  menjanjikan memberikan bantuan program PUM sebesar Rp 100 juta per kelompok. Para nelayan juga akan diberikan bantuan mesin es berkapasitas 1,5 ton sebanyak 10 mesin beserta jenset, yang akan diberikan sekitar bulan Januari-April 2015.  
Selain “blusukan” ke kampung nelayan, Jokowi juga berkunjung ke komunitas pedagang di pasar tradisional terminal. Bukan hanya cerita tentang penyambutan yang gempita oleh pedagang, tetapi juga dampak yang harus mereka terima dari kunjungan tersebut.  Beberapa pedagang harus menanggung kerugian berupa rusaknya sayur-sayuran dagangan mereka akibat terinjak-injak oleh pedagang lain yang antusias melihat kedatangan Jokowi.  Namun semua itu “terobati”  saat melihat Jokowi memberikan bantuan senilai Rp. 250 juta  kepada pengelola pasar yang sempat mengeluh kepada wartawan tentang bunga 20 % yang  mereka tanggung dari pengelolaan kebutuhan pedagang oleh koperasi.
Seperti biasa, jika ada  kebijakan kenaikan BBM, pemerintah selalu melakukan “back-up” dengan memberikan Bantuan Langsung  Tunai (BLT). Sebanyak 11 ribu warga Kota Bengkulu sudah menerima bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Penyaluran dana ini sudah dilakukan sejak sepuluh hari, dari total 15 ribu penerima.  Jokowi mengklaim sejauh ini pemberian bantuan ini berjalan lancar-lancar saja.  Namun fakta di lapangan berbeda dengan apa yang diklaim oleh Jokowi.  Sejak digelontorkannya PSKS hari Sabtu, 22 November 2014 lalu ternyata masih saja ada warga yang seharusnya menerima bantuan malah tidak mendapatkannya. Ditambah lagi distribusi bantuan itu hanya diarahkan pada satu titik yaitu kantor pos pusat sehingga menyebabkan antrean panjang warga sampai berhari-hari.  Belum lagi nilai bantuan tersebut hanya Rp 400 ribu untuk satu keluarga. Tidak sepadan dengan kebutuhan dan harga-harga barang yang terus meroket.  Tentu bantuan itu tidak serta merta menghilangkan kesulitan warga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari  akibat kebijakan pemerintahan Jokowi dan JK menaikkan harga BBM.
Di tengah euphoria warga Bengkulu sambut kedatangan Jokowi, ternyata sebagian  besar warga masih memiliki sikap kritis terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi-JK.  Komunitas mahasiswa melakukan demo menolak kebijakan kenaikan harga BBM.  Beban berat akibat naiknya BBM juga dirasakan oleh komunitas angkutan kota yang terpaksa menaikkan tarif angkot dalam kota dari Rp 3000 menjadi Rp 4000.  Sebagian komunitas nelayan dan masyarakat umum lainnya sebenarnya sudah akan merencanakan demonstrasi massal namun pertimbangan keamanan dan ketatnya pengawasan aparat kepolisian yang membuat rencana demo dihentikan.
Kunjungan Jokowi selama 2 hari ke Provinsi Bengkulu, di satu sisi  memberikan harapan besar akan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Bengkulu.  Namun di sisi lain, kebijakan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM tentu sangat memberatkan kehidupan rakyat.  Apalagi kebijakan ini tidak  lepas dari  dominasi ekonomi kapitalisme yang menguasai Indonesia  sampai hari ini.  Janji-janji manis dalam bentuk apapun tidak akan menyelesaikan masalah sebab rakyat hanya dilenakan oleh penyelesaian yang sifatnya tambal sulam. 
Apalagi tahun 2015, Indonesia akan menghadapi era pasar bebas yang berwujud MEA.  Pembukaan akses transportasi yang lebih luas akan memberikan keuntungan jika pemerintah memiliki konsep distribusi ekonomi yang menjamin setiap warga mendapatkan jaminan  kebutuhan hidup.  Namun jika pemerintah memiliki konsep ekonomi yang berpihak kepada investor asing, maka akses transportasi yang luas justru akan semakin melapangkan jalan investor asing menguasai aset-aset  strategis yang dimiliki oleh rakyat.
Jika demikian apa lagi yang akan dimiliki rakyat Bengkulu untuk bisa bertahan menghadapi persaingan “berat”  di era pasar bebas 2015 ?? Diprediksi, tenaga-tenaga asing akan segera  mengambil alih peran tenaga-tenaga pribumi.  Di sektor industri menengah ke bawah seperti industri batik besurek dan makanan tradisional  akan bersaing menghadapi masuknya produk-produk luar yang masuk wilayah Bengkulu tanpa proteksi. Ibarat bola salju, dampaknya tidak hanya kepada ketahanan ekonomi masyarakat Bengkulu secara umum namun juga akan berdampak pada ketahanan ekonomi keluarga-keluarga Bengkulu.
Perceraian dan kenakalan remaja  selain semakin tingginya angka kemiskinan dan pengangguran menjadi indikasi jelas bagaimana pengaruh proyek pasar bebas yang digelontorkan barat ini melanda Indonesia termasuk Bengkulu tanpa bisa dicegah.  Sungguh sangat patut  disayangkan, citra Jokowi yang sederhana dan merakyat tidak diiringi oleh kebijakannya yang pro rakyat tapi justru pro kepada asing.  Sebuah kebijakan yang mempersulit kehidupan rakyat, menghancurkan tatanan kehidupan bangsa serta menjauhkan dari  martabat umat terbaik. 
Sebuah pelajaran berharga bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya rakyat Bengkulu bahwa bertahan dengan sistem kapitalisme demokrasi tidak akan membuahkan kehidupan yang berkah walaupun mereka memilih sosok pemimpin yang sekedar memilik “citra” sederhana dan merakyat.
Saat ini rakyat perlukan  kembalinya sistem politik yang berpihak kepada rakyat serta lahir dari  tuntunan wahyu Ilahiyah  yang akan melahirkan sosok pemimpin tangguh sekaligus kredibel dan kapabel yang akan membawa Indonesia menuju bangsa yang maju, terdepan  dan berperadaban. Sistem politik itu bernama Khilafah.  Wallaahu a’lam.

S

Senin, 08 September 2014

PESANTREN IMPIAN

Judul postingan ini terinspirasi oleh sebuah buku yang dikarang oleh Asma Nadia, sang novelis Islamiy...Pesantren, sebuah tempat merajut impian...Impian menjadi manusia seutuhnya yang mempersembahkan bakti utuhnya pada Sang Ilahi Rabbi...Pesantren, sebuat tempat yang diibaratkan sebuah surganya ilmu. Ilmu yang menjadikan manusia mulia karena pemahaman dan ketaqwaannya.
Bagi yang pernah hidup di pesantren tentu merasakan indahnya hidup di dunianya para calon ustadz/ustadzah.  Banyak suka dan duka dirasakan selama hidup di dalamnya.  Kita berlatih untuk hidup dalam suasana berjama'ah..Semua dilakukan penuh kebersamaan...Makan, tidur, sholat, belajar dan seabreg kegiatan yang ditetapkan pesantren dilakukan secara bersama-sama...

Bersambung....

KIAT ISLAM MEMBERANTAS ABORSI DAN PERGAULAN BEBAS (Mengkritisi Peraturan Pemerintah No.61/2014)


Praktek aborsi di Indonesia di kalangan perempuan  makin marak saja. Dalam setahun terakhir, tingkat aborsi di Indonesia sudah mencapai tiga juta orang.  Dan yang lebih memprihatinkan,  pemerintah  menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi  pada 21 Juli 2014 lalu. Dalam PP tersebut pengakhiran kehamilan secara sengaja (aborsi) alias membunuh janin diperbolehkan dengan beberapa syarat antara lain korban perkosaan. “Tindakan aborsi akibat perkosaan hanya dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir,” bunyi Pasal 31 ayat (2) PP ini. Menkes Nafsiah Mboy bersikukuh  untuk melegalisasi PP ini dengan alasan  keadilan. Beliau mengatakan tidak adil membiarkan perempuan korban perkosaan mengandung anak dari laki-laki yang dibencinya.  Namun benarkah pernyataan ini ? Apakah legalisasi aborsi bisa menolong  perempuan korban perkosaan ? Apakah justru  malah akan melahirkan trauma baru berupa bayang-bayang kesalahan karena telah menghilangkan kehidupan bayi yang tidak berdosa ?
            Jika pemerintah memang  berniat untuk menyelamatkan perempuan dari kebuasan pemerkosa maka semestinya bukan dengan  mengaborsi bayi yang tidak bersalah.  Pemerkosaan hanyalah dampak dari kerusakan sistem sosial dan tata pergaulan yang sudah kacau.  Pemerkosaan adalah kejahatan seksual yang selayaknya menjadi musuh bersama karena siapapun bisa menjadi korbannya. Pelakunya tidak memperdulikan status korban. Begitu nafsu binatangnya bergejolak, maka saat itu dia akan mencari mangsanya. Setiap wanita bisa jadi korbannya. Kaya, miskin, anak-anak, dewasa bahkan nenek-nenek sekalipun tidak luput dari kebejatannya. Sadar tidak sadar, liberalisme budaya dan tingkah laku telah menjadi penyebab maraknya kasus perkosaan. Paham ini melahirkan tuntutan berbagai kebebasan perempuan untuk berkeliaran dengan berbagai gaya dan penampilan.  Atas nama kebebasan, mereka sudah tidak malu menampakkan  sebagian besar tubuhnya yang semestinya ditutup. Tentu saja kebebasan seperti ini tidak lagi memperhatikan lagi keselamatan orang lain untuk selamat dari penglihatan yang diharamkan. Penampilan yang sensual tentu saja membuat gejolak seksual laki-laki meningkat. Sementara imannya tak kuat untuk mengendalikan gejolak  nalurinya. Tidak mengherankan jika terjadi pelampiasan nafsu dengan cara yang diharamkan.
            Di lain sisi, gejolak seksual  terus dirangsang  dengan pornografi  dan pornoaksi.  Sementara itu penyaluran gejolak yang halal malah dibatasi dengan usia nikah minimal 18 tahun. Tidak mengherankan jika seks bebas di kalangan remaja semakin marak terjadi.  Menurut Dokter Julianto Witjaksono, Sp.OG dari BKKBN sekitar 46 persen  remaja berusia 15-19 tahun yang belum menikah sudah melakukan hubungan seksual. Apakah kita terus membiarkan hal ini terjadi sehingga bangsa Ini mengalami “lost generations”?
            Perkosaan dan pergaulan bebas merupakan penyimpangan dari naluri seksual yang memang ada pada setiap manusia.  Pada dasarnya Allah SWT telah menciptakan naluri tersebut beserta proses penciptaan manusia dengan tujuan melestarikan keturunan manusia.  Untuk tujuan tersebut Allah telah memberikan sekumpulan aturan  untuk mengelola naluri ini supaya muncul pada waktu dan tempat yang tepat, penyalurannya syar’iy dan  sesuai dengan tujuan untuk apa Allah ciptakan naluri tersebut.
            Beberapa aturan tersebut diantaranya adalah adanya pemisahan  kehidupan laki-laki dan perempuan yang bukan mahram (infishol).  Keduanya hanya boleh berinteraksi dalam perkara yang diperbolehkan hukum syara’ seperti dalam jual beli, ijarah dan perwakilan namun  mengharamkan adanya khalwat atau berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram kecuali disertai dengan mahramnya (HR Muslim).  Selain itu, dalam kehidupannya di luar rumah Islam telah mewajibkan perempuan memakai pakaian yang sempurna untuk menutup auratnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya (HR Abu Dawud).  Sementara itu bagi laki-laki ada kewajiban untuk menundukkan pandangannya terhadap lawan jenis (QS 24 :30). Berikutnya, Islam memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pemuda untuk segera menikah apabila sudah mampu karena pernikahan itu dapat menundukkan pandangan dan dapat memelihara kemaluan (HR Muttafaq ‘alayh).
            Paket aturan ini  merupakan upaya pencegahan terjadinya penyaluran naluri seks dengan cara yang diharamkan.  Adapun negara Khilafah akan bertanggung jawab untuk memberlakukan sanksi-sanksi syariah sebagai upaya kuratif bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran syariah seperti perkosaan, perzinahan maupun penyimpangan seksual. Sistem sanksi (‘uqubat) yang diberlakukan bagi pelaku pelanggaran syariah  bisa berupa hudud, jinayat, ta’zir maupun mukhalafat (Abdurrahman al Maliki, Nizham al ‘Uqubat, hal.17-21).  Pelaku perkosaan akan mendapatkan sanksi hukum yang berat.  Sementara korbannya akan mendapatkan pemulihan baik secara fisik maupun psikis. Korban akan dipersiapkan secara mental untuk siap menjaga kandungannya bahkan siap merawat anak tersebut.  Tidak akan terbersit dalam pikiran korban perkosaan untuk  mennghancurkan kehidupan calon anaknya.  Keluarga dan masyarakat akan memiliki pandangan yan benar terhadap korban.  Mereka tidak akan mengucilkannya bahkan menganggapnya sebagai pihak yang harus dilindungi.  Mereka akan turut serta memberikan suasana kondusif bagi korban sehingga mampu melewati masa sulitnya tanpa mendapatkan stigma negatif.  Walhasil, Islam tidak hanya menolong dan menjaga hak-hak korban tapi juga mencegah supaya tidak ada korban lain.  Selain itu, hak hidup bayi yang masih dikandung pun terjamin kelangsungannya.
            Dalam naungan negara Khilafah, kasus pemerkosaan bukan peristiwa yang marak terjadi dan aborsi bukanlah solusi hakiki penyelamat korban perkosaan.  Adapun menyelesaikan masalah pemerkosaan hanya dengan menolong korban ternyata tidak akan menyelesaikan masalah.  Ibarat menyembuhkan penyakit hanya dengan mengobati keluhan pasien tanpa memberantas sumber penyakitnya.  Alih-alih  menghilangkan penyakit, yang terjadi justru penyakit semakin kronis dan muncul penyakit baru. 
Walhasil, ternyata permasalahan pemerkosaan ini sangat sistemik dan tidak bisa diselesaikan secara parsial.  Apalagi  menuntaskan masalah korban pemerkosaan dengan aborsi, sungguh ini sebuah solusi yang tidak solutif.   Solusi paripurna dari semua masalah ini adalah dengan kembali kepada  aturan Islam secara kaafah karena Islam secara paripurna  mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan. Dengan aturan Islam, masyarakat yang bersih dan beradab akan dapat diwujudkan.  Untuk itu perlu dukungan sistem dan seluruh elemen umat Islam.













Sabtu, 16 Agustus 2014

Pseudo Kemerdekaan

Bulan Agustus tahun ini boleh dikatakan sebagai bulan sakral bagi rakyat Indonesia.   Mengapa demikian ?  Sebab di bulan ini rakyat Indonesia akan merayakan hari bersejarah yaitu hari kemerdekaan 17 Agustus 2014.  Sebagai the founding bangsa ini, selayaknya rakyat yang mayoritas muslim bersyukur bahwa perjuangan mereka membebaskan negeri ini dari penjajahan Belanda berbuah kenikmatan lepasnya bangsa ini  dari kezholiman  dan intimidasi bangsa lain. Bila Indonesia sudah lepas dari penjajahan fisik, justru Palestina, Suriah dan negeri-negeri muslim lain masih memperjuangkan lepasnya mereka dari penjajahan fisik. Namun di balik semua ini, terbetik  sebuah pertanyaan, apakah benar  bangsa Indonesia sudah  merdeka ? 

Menurut  Kamus Umum Bahasa Indonesia, merdeka berarti bebas (dari penghambaan, penjajahan, dsb); berdiri sendiri (tidak terikat, tidak bergantung pada sesuatu yang lain).  Lalu jika definisi di atas kita jadikan patokan, apakah bangsa ini sudah bebas dan berdiri di atas kaki sendiri ? Jika dinilai secara fisik, Indonesia memang sudah lepas dari penguasaan militer Belanda, namun secara pemikiran, budaya, tata nilai, aturan sampai gaya hidup seluruhnya masih membebek pada hukum positif Belanda yang saat ini bermetamorfosa menjadi penjajahan gaya baru bernama neolib, anak kandung sistem yang mempertuhankan materi alias kapitalisme. Sejatinya, rakyat Indonesia yang merdeka akan melepaskan penghambaannya terhadap hawa nafsu dan materi menuju penghambaan total  kepada kepada Allah SWT termasuk dalam hal pengelolaan negara. Oleh karena itu, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang memiliki kedaulatan utuh atas wilayah sekaligus kekayaan alamnya dan mengelolanya secara mandiri demi  kesejahteraan rakyatnya.

 Namun kenyataan berbicara lain. Secara de facto, bangsa ini memang pemilik wilayah dan SDA yang melimpah. Tetapi secara de jure, penguasaan dan pengelolaannya diserahkan kepada para pemodal asing atas nama investasi dan swastanisasi.  Di Bengkulu saja, penguasaan 80 % perusahaan oleh pemodal asing menyebabkan kesenjangan sosial dan ekonomi yang berujung pada meningkatnya jumlah penduduk miskin. Padahal Rosulullah bersabda, ”Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api. Memperjualbelikannya adalah haram” (HR Abu Dawud).  Sungguh ironis, ketergantungan yang tinggi kepada asing membuat pemerintah sering membuat kebijakan yang pro asing tapi sangat merugikan dan menzhalimi rakyat. Sejak reformasi saja, ada lebih kurang 67 UU yang lebih berpihak kepada asing.  Atas nama UU pro asing, baru-baru ini pemerintah mewacanakan  pembatasan BBM jenis solar. Dapat dipastikan kebijakan ini membuat efek domino yang merugikan masyarakat yaitu tersendatnya pasokan listrik yang penting bagi kehidupan rakyat.

Jika melihat dari sisi SDM Indonesia, sekalipun sudah 69 tahun merdeka, generasi muda muslim banyak yang telah melupakan jasa-jasa generasi terdahulu yang mengorbankan nyawa demi mengusir penjajah. Jangankan meneladani, mengenang jasa-jasanya pun tidak.  Kehidupan hedonis barat yang serba permissif telah membius generasi muda muslim untuk tergila-gila dan mencontek habis semua yang berasal dari barat baik  fun, food maupun fashion.  Dengan prinsip kebebasan  (disertai klaim, bukankah kita sudah merdeka ?), mereka menganggap bukan hal yang tabu lagi untuk mempertontonkan seks bebas, tawuran dan narkoba.  Apalagi kebijakan terakhir Kemenkes RI tentang kampanye kondom untuk melawan wabah AIDS menjadi dalih bagi generasi muda untuk mengarusutamakan pergaulan bebas. Belum lagi baru-baru ini diluncurkan Peraturan Pemerintah No.61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi yang sangat kental dengan motif liberal yaitu legalisasi aborsi. Persoalan semakin ruwet dengan dikampanyekannya kebebasan generasi muda  untuk hidup dalam komunitas LGBT (Lesbian,Gay,Biseksual,Transgender) yang dilindungi hak-haknya walaupun perilaku mereka sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sungguh tragis, kemerdekaan yang sudah susah payah dicapai generasi pendahulunya harus tergadaikan dengan kualitas generasi sekarang yang lemah akal dan lemah moral.  Lalu bagaimana generasi muda dikatakan sebagai penerus tongkat estafet kemerdekaan jika hidup mereka hanya untuk bersenang-senang dan enggan peduli dengan setumpuk persoalan bangsa ?

Makna kemerdekaan akan semakin dipertanyakan jika kita melongok kepada persoalan dunia pendidikan dan kesehatan yang menjadi hajat hidup orang banyak.   Kapitalisme dalam dunia pendidikan dan kesehatan menyebabkan keduanya  menjadi barang mahal yang hanya dinikmati oleh segelintir orang.  Keadaan semakin diperparah dengan ulah kroni-kroni pejabat yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk memperkaya diri sendiri.   Sementara di ranah hukum, para hakim dan jaksa seolah tak punya nyali dan tak bertaring menghadapi mafia-mafia peradilan karena semuanya dengan mudah  bisa dibeli. Bagaimana pula dikatakan merdeka jika kaum minoritas bisa memaksakan kehendaknya  kepada kaum mayoritas muslim negeri ini untuk tidak bebas menjalankan ajaran agamanya seperti kasus pelarangan muslimah berjilbab yang baru-baru ini terjadi di Bali.

Inilah pseudo kemerdekaan (kemerdekaan semu) yang secara rutin hampir kita peringati setiap tahun dengan ajang perlombaan dan pendirian gapura di setiap sudut kampung. Merdeka dalam makna bebas secara fisik namun masih terjajah secara pemikiran dan gaya hidup.  Mensyukuri nikmat kemerdekaan fisik harus disempurnakan melalui perjuangan pembebasan Indonesia dari dominasi pemikiran dan aturan yang bukan berasal dari Allah SWT menuju kemerdekaan hakiki dalam pengabdian penuh kepada al Khaliq yang berwujud penerapan SyariahNya dalam seluruh aspek kehidupan.

Demikian pula halnya dengan Palestina, Irak, Suriah, Afganistan yang masih tertindas oleh penjajaha Israel dan Amerika.  Kemerdekaan hakiki bagi Palestina bukan diperoleh melalui “Two State Solutions”.  Namun didapatkan melalui persatuan umat dalam naungan Khilafah yang akan memobilisir tentara umat Islam sedunia demi membebaskan Palestina. Demikianlah kampanye global yang dilakukan Central Media Office Hizbut Tahrir Internasional dalam sebuah penyelenggaraan Konferensi Media Internasional dengan Tajuk “Gaza, Rather All of Palestine Seeks Victory From Muslim Armies” yang dipusatkan di Beirut Libanon.  Kampanye ini dilakukan secara massif di jejaring sosial menggunakan hastag #MuslimArmies4Gaza” dengan tujuan menyeru tentara umat Islam sedunia agar bergerak membebaskan Palestina demi mencapai kemerdekaan hakiki dan berperadaban mulia. 


Minggu, 10 Agustus 2014

Bahagia Dengan Cinta...(Catatan Buat Agen Misi)

Tentang judul postingan ini...sepertinya perlu bertanya dulu dengan diri sendiri..Sayakah orang yang bahagia ? Bahagiakah saya dengan kehidupan sekarang ini ? Kalau jawabannya iya..dan bahagia...berarti ucapan syukur pantas saya lontarkan kepada  Zat Yang Memberikan Kebahagiaan...

Namun jika saya tidak merasa bahagia dengan kehidupan yang saya jalani sekarang berarti saya patut melakukan muhasabah ulang : kenapa saya tidak bahagia, apa yang dapat  membuat saya bahagia dan bagaimana supaya saya menjadi bahagia...

Secara lahiri, sebenarnya mudah melihat seseorang itu bahagia atau tidak.....Seorang guru yang bahagia akan terlihat dari senyuman tulusnya tatkala menyambut anak didiknya saat tiba di sekolah...terlihat dari antusiasmenya dalam memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak didik...selalu ada kala anak didiknya butuh kehadirannya...Seorang guru yang bahagia tidak akan pernah membuat anak didiknya merasa sedih dengan perbuatan tercelanya..Seorang guru yang bahagia tidak akan memberikan contoh buruk bagi teladan anak didiknya.

Seorang dokter yang bahagia, sentuhan tangannya dan senyum manisnya sudah mampu mengobati sakit pasien walau resep belum sempat dituliskan...Bahkan semacam sugesti bagi pasien, jadi sembuh bila berobatnya ke sana..Dokter yang bahagia tidak akan pernah menjerumuskan pasiennya dalam kebohongan diagnosa dan pemberian obat-obatan yang merugikan kesehatan pasiennya..

Seorang anak yang berbahagia, akan terlihat dari tumbuh kembangnya yang  normal, bermain dan belajar dengan suasana gembira serta memiliki kepribadian yang  baik...Anak yang berbahagia tidak akan dilahirkan sia-sia..menjadi sampah jalanan bahkan bukan menjadi sesalan orangtuanya kenapa dia mesti dilahirkan...

Jika anda orang tua yang bahagia, tentu anda  bagaikan  rumah pelindung dan pengayom bagi anak-anak anda..berharap mereka menjadi penyejuk mata dalam doa-doa anda bahkan melapangkan jalan anda menuju surgaNya...Bukan orang tua yang adanya sama dengan tidak adanya...bukan orang tua yang hanya pintar memberikan perintah  namun minim keteladanan.. bukan  pula orang tua yang hanya sebatas penyemai bibit namun melupakan perawatan bagi bibit yang sudah ditanamnya...

Rasulullah menjalani semua kedudukan itu baik sebagai pemimpin,  pendidik,  dokter, orang tua bahkan anak yang berbahagia...walaupun beliau mengemban tugas utamanya sebagai penyampai risalah dari Tuhan, namun tugas maha berat  itu diembannya dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan walaupun kadangkala dijalani Beliau  dengan berlumuran keringat, darah dan air mata..sampai ajal menjelang..yang ada dalam fikiran beliau bukan anak, istri dan keluarganya namun hanya umatnya...ummatiy...ummatiy...Kekasih Allah itu  merasakan sakitnya sakaratul maut dengan penuh kebahagiaan  karena akan segera menjemput surga yang telah janjikan...

Demikianlah poros kehidupan..Rasulullah mengajarkan kehidupan sebagai hamba Allah dengan segala kedudukan, status maupun profesinya hanyalah sebagai sarana dunia untuk menuju kehidupan akhirat. Rasulullah mengajarkan bahwa misi utama hamba Allah di muka bumi ini adalah sebagai khalifatullah.

Berbicara  tentang Khalifatullah fil ardh jadi ingat buku "Misi di Sebuah Planet"  karangan Husain Matla. Buku yang tidak pernah bosan saya baca.  Kalau lagi galau pasti saya selalu upayakan membaca buku itu. Membaca ulang tulisan dibuku itu seperti merecharge kembali energi yang sempat habis karena  pahit getir kehidupan.

Balik lagi ke istilah Khalifatullah fil ardh..  Kalau diterjemahkan menurut buku ini, Khalifatullah bisa diartikan sebagai "agen perubahan" yang mengemban "misi"  dari "Sang Tuan" untuk mengerjakan "lahan" yang terbentang luas..Waduh kereen ya...

Apa hubungannya judul postingan saya dengan buku ini ?  Jelas ada hubungannya..Sebab untuk bisa meraih kebahagiaan hakiki, kita perlu tahu dulu posisi kita dalam kehidupan dunia ini.  Bahasa sederhananya mengetahui hakikat kehidupan diri.  Semuanya bermula dari  3 pertanyaan besar : Dari Mana, Mau Apa dan Hendak Kemana.

Saya yakin setiap muslim pasti tahu dari mana dia berasal.  Anak SD pun pasti tahu kalau yang menciptakan kita adalah Allah SWT.  Terurai satu masalah.  Namun tidak selalu terurai untuk masalah berikutnya, hendak apa kita..Masalahnya diantara kita ada yang status muslimnya bukan karena proses pencarian jati diri.  Lebih banyak menjadi muslim karena faktor keturunan.  Nah, disinilah persoalan dimulai..Tidak semua muslim tahu bahwa  dia punya sebuah misi "besar"  dari Sang "Tuan" untuk mengelola "lahan" yang luas sesuai dengan keinginan Sang "Tuan".  Dalam mengelola "lahan" yang diamanahkan  padanya, si "agen" memiliki SOP yang jelas dan tetap.   Sedikit dia melenceng dari SOP, bisa dipastikan  tugasnya menjadi berantakan..misinya akan mengalami kegagalan bahkan harus mulai dari awal lagi.  Tapi selesaikah misi itu hanya sampai "planet" ini ? Ternyata belum.. Suatu saat si "agen" harus siap untuk dipanggil Sang "Tuan" untuk mempertanggungjawabkan seluruh misinya. Kelak dia akan menerima imbalan terbaik dari Sang "Tuan" atas segala pengabdian.. Demikian kehidupan si "agen" yang berakhir dengan kebahagiaan selama-lamanya.

Tentu semua ingin bahwa si "agen" yang berbahagia itu adalah kita..Menjalani tugas sebagai  "agen" tentu bukan perkara mudah.  Banyak tantangan kehidupan yang berlika-liku.  Bisa jadi tantangan itu melenakan dan membuatnya terlupa dengan misinya. Tapi SOP yang ada dalam kalam cinta Sang "Tuan" dan nasehat berharga dari  "agen senior teladan"  selalu mengingatkannya untuk tetap berada pada jalurnya.  Kadang si "agen" harus siap  berkorban apapun demi misi yang diembannya untuk Sang "Tuan".  Untuk sebuah lahan subur penghasil tanaman dengan panen yang memuaskan.

Ketaatan si "agen" pada Sang "Tuan" bukan sekedar ketaatan semu  tanpa  makna.  Keta'atan itu  dibangun atas dasar cinta dan keikhlasan bukan karena keterpaksaan.  Karena cintanya pada Sang "Tuan", misi yang dijalankannya adalah misi yang terbaik, berkualitas  dan optimal.

Maka sangat tidak layak bagi seorang agen misi  hanya memberikan  waktu sisa bagi misinya, bermalas-malasan dalam mengemban misi, kadang menjalankan misi kadang tidak, terkesan asal-asalan dalam misinya bahkan jika  ada peluang dan kesempatan, dia akan melemparkan tanggung jawabnya kepada yang lain..Bahkan jika ada sedikit rintangan, agen misi ini akan gampang putus asa.

Misi terbesar umat Islam saat ini  adalah mengembalikan posisinya sebagai umat yang mulia..Jalan yang pernah dirintis oleh para agen misi teladan yaitu para Nabi dan Rasul.  Tak heran jika para Nabi dan Rasul menjadikan misi dakwah  sebagai poros kehidupan.  Bagaimana tidak, Nabi Nuh AS menjalankan misi dakwahnya selama 950 tahun siang dan malam.  Rasulullah  menjalankan misi kenabian dan kepemimpinannya selama kurang lebih 23 tahun tanpa istirahat.  Semua ini sekaligus menunjukkan betapa cinta dan ikhlasnya para agen misi teladan ini  menjalankan dakwahnya.  Jika tidak mana mungkin mereka mempertaruhkan usia, tenaga, pikiran, waktu, harta bahkan nyawa untuk misi dakwah mereka ?

Berkaca dari para agen misi yang berbahagia ini,  apapun profesi yang kita jalani saat ini,  bekerjalah  untuk sebuah misi besar ini dengan penuh rasa cinta...Peradaban besar dan  mulia yang akan  membawa kebahagiaan dunia akhirat hanya akan lahir di tangan para agen misi yang bekerja dengan ikhlas.  Para agen yang mempersembahkan misi terbaiknya di hadapan Sang "Tuan" Allah Rabbul 'Izzati...

















Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine

Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir.  Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...