Judul postingan ini terinspirasi oleh sebuah buku yang dikarang oleh Asma Nadia, sang novelis Islamiy...Pesantren, sebuah tempat merajut impian...Impian menjadi manusia seutuhnya yang mempersembahkan bakti utuhnya pada Sang Ilahi Rabbi...Pesantren, sebuat tempat yang diibaratkan sebuah surganya ilmu. Ilmu yang menjadikan manusia mulia karena pemahaman dan ketaqwaannya.
Bagi yang pernah hidup di pesantren tentu merasakan indahnya hidup di dunianya para calon ustadz/ustadzah. Banyak suka dan duka dirasakan selama hidup di dalamnya. Kita berlatih untuk hidup dalam suasana berjama'ah..Semua dilakukan penuh kebersamaan...Makan, tidur, sholat, belajar dan seabreg kegiatan yang ditetapkan pesantren dilakukan secara bersama-sama...
Bersambung....
Dari rumahlah harapan dan cita-cita bermula... Menuju pribadi yang unggul, keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, masyarakat yang beradab dan negara penuh berkah di bawah naungan cahaya Ilahi...
Senin, 08 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine
Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir. Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...
-
“ Merajut Ukhuwah Islamiyah ” Muslimah HTI Bengkulu Chapter Kampus menyelenggarakan " Welpart Rujak Party Maba ...
-
Acara ini dih a diri sekitar 40 peserta dari kalangan mahasiswi , Ibu-ibu Majelis Taklim, Guru dan Ibu Rumah Tangg...
-
Muslimah HTI Bengkulu kembali menyelenggarakan acara diskusi publik bertajuk Kajian Cermin Wanita Shalihah. Acara ini dih a diri sekit...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar