Muslimah HTI Bengkulu
menyelenggarakan " Kajian Cermin Wanita Sholihah ““Perempuan
dan Anak-Anak Palestina Tanggung Jawab Siapa ?”
Acara ini dihadiri sekitar 30
peserta dari
kalangan mahasiswa, guru dan ibu-ibu majelis taklim. Adapun narasumber
KCWS kali ini adalah
Ustadzah Ummu Athiyyah
(Aktivis MHTI DPD I Provinsi Bengkulu)
yang memaparkan materi
tentang "“Perempuan dan Anak-Anak Palestina Tanggung Jawab Siapa ?”. Beliau menyampaikan bahwa pembantaian
yang terus terjadi di tanah Palestina merupakan tindakan keji yang melanggar
HAM (Hak Asasi Manusia) yang digembar-gemborkan oleh negara adidaya AS (Amerika
Serikat). Namun ini tidak berlaku bagi mereka dalam menganiaya, mengusir,
membunuh dan membantai jutaan rakyat Palestina. Pemimpin muslim pun bungkam atas
pelanggaran ini. KTT LB (Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa) Organisasi
Kerjasama Islam (OKI) ke-5 yang telah berlangsung 6-7 Maret 2016 yang lalu tak
lebih dari “talking doll” alias boneka bicara yang tidak mampu untuk bergerak.
OKI terbukti gagal mewujudkan pendiriannya. OKI hanyalah reaksi para
pemimpin dunia Islam terhadap penyerobotan atas Masjid Al-Aqsha. Sejak saat itu umat Islam hanya bisa menyaksikan betapa minimnya keterlibatan
OKI dalam membela kepentingan Muslim Palestina. Keseriusan OKI pun dalam pembebasan
Al-Aqsha dipertanyakan, karena mereka tak melakukan apa-apa terhadap Israel
yang menjajah dan mengusir serta membunuh warga muslim Palestina. Solusi yang
ditawarkan oleh pemerintah saat ini hanyalah solusi semu. Solusi berupa
pengiriman bantuan merupakan solusi jangka pendek yang tidak mampu menghentikan
pembantaian itu terjadi. Satu-satunya solusi yang hakiki tiada lain yaitu
Khilafah dan Jihad.
Acara ini
dilaksanakan pada hari Ahad, 27 Maret 2016 bertempat
di Mesjid Al-Muhtadin (Samping RRI Bengkulu) Kota Bengkulu, Acara ini dilaksanakan untuk menyampaikan opini kepada masyarakat bahwa umat Islam merupakan satu tubuh, Ikatan nasionalisme telah menyebabkan umat Islam
tersekat-sekat tanpa peduli dengan penderitaan umat muslim di belahan negara
lain, Urgen bagi kita memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah untuk mengakhiri
penderitaan rakyat Palestina. Peserta
begitu semangat dan antusias dalam menyimak pemaparan materi dan fokus dalam
mengikuti tahapan acara demi a






Tidak ada komentar:
Posting Komentar