Rabu, 30 Maret 2016

Reportase Kajian Cermin Wanita Sholihah (KCWS) # DPD 1 Muslimah_HTI_Bengkulu “Perempuan dan Anak-Anak Palestina Tanggung Jawab Siapa ?”







Muslimah HTI Bengkulu menyelenggarakan " Kajian Cermin Wanita Sholihah ““Perempuan dan Anak-Anak Palestina Tanggung Jawab Siapa ?”
Acara ini dihadiri sekitar 30 peserta dari kalangan mahasiswa, guru dan ibu-ibu majelis taklim. Adapun narasumber KCWS kali ini adalah Ustadzah Ummu Athiyyah (Aktivis MHTI DPD I Provinsi Bengkulu) yang memaparkan materi tentang "“Perempuan dan Anak-Anak Palestina Tanggung Jawab Siapa ?”.  Beliau menyampaikan bahwa pembantaian yang terus terjadi di tanah Palestina merupakan tindakan keji yang melanggar HAM (Hak Asasi Manusia) yang digembar-gemborkan oleh negara adidaya AS (Amerika Serikat). Namun ini tidak berlaku bagi mereka dalam menganiaya, mengusir, membunuh dan membantai jutaan rakyat Palestina. Pemimpin muslim pun bungkam atas pelanggaran ini. KTT LB (Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa) Organisasi Kerjasama Islam (OKI) ke-5 yang telah berlangsung 6-7 Maret 2016 yang lalu tak lebih dari “talking doll” alias boneka bicara yang tidak mampu untuk bergerak. OKI terbukti gagal mewujudkan pendiriannya. OKI hanyalah reaksi para pemimpin dunia Islam terhadap penyerobotan atas Masjid Al-Aqsha. Sejak saat itu umat Islam hanya bisa menyaksikan betapa minimnya keterlibatan OKI dalam membela kepentingan Muslim Palestina. Keseriusan OKI pun dalam pembebasan Al-Aqsha dipertanyakan, karena mereka tak melakukan apa-apa terhadap Israel yang menjajah dan mengusir serta membunuh warga muslim Palestina. Solusi yang ditawarkan oleh pemerintah saat ini hanyalah solusi semu. Solusi berupa pengiriman bantuan merupakan solusi jangka pendek yang tidak mampu menghentikan pembantaian itu terjadi. Satu-satunya solusi yang hakiki tiada lain yaitu Khilafah dan Jihad.
Acara ini dilaksanakan pada hari Ahad, 27 Maret 2016  bertempat di Mesjid Al-Muhtadin (Samping RRI Bengkulu) Kota Bengkulu, Acara ini dilaksanakan untuk menyampaikan opini kepada masyarakat bahwa umat Islam merupakan satu tubuh, Ikatan nasionalisme telah menyebabkan umat Islam tersekat-sekat tanpa peduli dengan penderitaan umat muslim di belahan negara lain, Urgen bagi kita memperjuangkan tegaknya Syariah dan Khilafah untuk mengakhiri penderitaan rakyat Palestina. Peserta begitu semangat dan antusias dalam menyimak pemaparan materi dan fokus dalam mengikuti tahapan acara demi a



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine

Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir.  Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...