Muslimah HTI Bengkulu kembali menyelenggarakan acara diskusi publik bertajuk Kajian Cermin Wanita Shalihah. Acara ini dihadiri sekitar 25
peserta dari
kalangan mahasiswi, Ibu-ibu Majelis Taklim, Guru dan Ibu Rumah Tangga. Adapun
narasumber “Kajian Cermin Wanita
Shalihah” kali ini adalah Ustadzah Fitri Andusti (Aktivis DPD 1 MHTI
Bengkulu) yang memaparkan materi tentang “Menggagas Solusi Tuntas Kekerasan
Seksual”
Beliau menyampaikan bahwa kekerasan
seksual di Indonesia setiap tahun meningkat sebesar 50%. Hal itu membuat
Indonesia menempati peringkat tertinggi di Asia Pasifik dalam hal kekerasan
seksual. Berbagai solusi yang ditawarkan
pemerintah selama ini ternyata belum mampu mengurangi ataupun menghanguskan
kekerasan seksual yang semakin hari semakin mengakar. Ini diakibatkan pemicu
dari kejahatan itu sendiri tidak dihentikan operasinya. Misalnya peredaran
miras yang merupakan induk dari segala kejahatan. Jangankan untuk
memberhentikan peredaran miras, perda (peraturan daerah) miras pun malah
dicabut. Seperti diketahui, kejadian tragis yang menimpa saudara kita Yuyun
merupakan salah satu contoh dampak dari kemiskinan, liarnya peredaran miras
serta minimnya keamanan bagi warga negara. Padahal sistem Islam menjaga suasana taqwa
terus hidup di tengah masyarakat. Negara berkewajiban membina warganegaranya
sehingga ketaqwaan individu menjadi pilar bagi pelaksanaan hukum-hukum islam.
Individu bertaqwa tidak akan melakukan kekerasan seksual. Masyarakat yang
bertaqwa juga akan selalu mengontrol agar individu tidak melakukan pelanggaran.
Di sisi lain hukum hanya berpihak pada
para kapital tidak akan memihak perempuan. Sementara itu dalam Islam, perempuan merupakan kehormatan yang wajib
dijaga serta ditempatkan dalam kedudukan yang tinggi dan terhormat.
Ustadzah Fitri Andusti juga menjelaskan saat Islam memimpin dunia, Rasulullah memerangi Yahudi Bani Qainuqa dan
mengusir mereka dari Madinah hanya karena membela kehormatan seorang muslimah. Sementara itu, Khalifah Al Mu’tashim mengirim puluhan ribu
tentaranya hanya
karena teriakan seorang muslimah. Maka suatu keniscayaan jika Syariah dan
Khilafah diterapkan akan mampu mendatangkan rahmat bagi seluruh perempuan.
Acara ini
dilaksanakan pada hari Ahad, 29 Mei 2016 bertempat di Mesjid Al-Muhtadin
(Samping RRI Bengkulu)
Kota Bengkulu. Acara ini dilaksanakan untuk menyampaikan
opini kepada peserta tentang urgennya
penerapan syariah Islam agar terjaga dan
terpelihara kemuliaan perempuan dan
Islamlah satu-satunya solusi yang mampu meminimalisir kekerasan seksual maupun
kejahatan lainnya.. Peserta begitu
semangat dan antusias dalam menyimak pemaparan materi serta semangat bertanya
pada saat sesi tanya jawab dan fokus dalam mengikuti tahapan acara demi acara. Wallahualam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar