Kamis, 02 Juni 2016

Reportase Kajian Cermin Wanita Shalihah #DPD 1 Muslimah_HTI_Bengkulu Muslimah HTI Bengkulu menyelenggarakan " Kajian Cermin Wanita Shalihah” dengan tema “Menggagas Solusi Tuntas Kekerasan Seksual”


Muslimah HTI Bengkulu kembali menyelenggarakan acara diskusi publik bertajuk Kajian Cermin Wanita Shalihah. Acara ini dihadiri sekitar 25 peserta dari kalangan mahasiswi, Ibu-ibu Majelis Taklim, Guru dan Ibu Rumah Tangga. Adapun narasumber “Kajian Cermin Wanita Shalihah” kali ini adalah Ustadzah Fitri Andusti (Aktivis DPD 1 MHTI Bengkulu) yang memaparkan materi tentang “Menggagas Solusi Tuntas Kekerasan Seksual”
Beliau  menyampaikan bahwa kekerasan seksual di Indonesia setiap tahun meningkat sebesar 50%. Hal itu membuat Indonesia menempati peringkat tertinggi di Asia Pasifik dalam hal kekerasan seksual. Berbagai solusi yang ditawarkan pemerintah selama ini ternyata belum mampu mengurangi ataupun menghanguskan kekerasan seksual yang semakin hari semakin mengakar. Ini diakibatkan pemicu dari kejahatan itu sendiri tidak dihentikan operasinya. Misalnya peredaran miras yang merupakan induk dari segala kejahatan. Jangankan untuk memberhentikan peredaran miras, perda (peraturan daerah) miras pun malah dicabut. Seperti diketahui, kejadian tragis yang menimpa saudara kita Yuyun merupakan salah satu contoh dampak dari kemiskinan, liarnya peredaran miras serta minimnya keamanan bagi warga negara.  Padahal sistem Islam menjaga suasana taqwa terus hidup di tengah masyarakat. Negara berkewajiban membina warganegaranya sehingga ketaqwaan individu menjadi pilar bagi pelaksanaan hukum-hukum islam. Individu bertaqwa tidak akan melakukan kekerasan seksual. Masyarakat yang bertaqwa juga akan selalu mengontrol agar individu tidak melakukan pelanggaran. Di sisi lain hukum hanya berpihak pada  para kapital tidak akan memihak perempuan. Sementara itu dalam Islam, perempuan merupakan kehormatan yang wajib dijaga serta ditempatkan dalam kedudukan yang tinggi dan terhormat. Ustadzah Fitri Andusti  juga menjelaskan saat Islam memimpin dunia,  Rasulullah memerangi Yahudi Bani Qainuqa dan mengusir mereka dari Madinah hanya karena membela  kehormatan seorang muslimah.  Sementara itu, Khalifah Al Mu’tashim mengirim puluhan ribu tentaranya  hanya karena teriakan seorang muslimah. Maka suatu keniscayaan jika Syariah dan Khilafah diterapkan akan mampu mendatangkan rahmat  bagi seluruh perempuan.
Acara ini dilaksanakan pada hari Ahad, 29 Mei 2016 bertempat di Mesjid Al-Muhtadin (Samping RRI Bengkulu) Kota Bengkulu.  Acara ini dilaksanakan untuk menyampaikan opini kepada peserta tentang  urgennya penerapan syariah Islam agar  terjaga dan terpelihara kemuliaan  perempuan dan Islamlah satu-satunya solusi yang mampu meminimalisir kekerasan seksual maupun kejahatan lainnya..  Peserta begitu semangat dan antusias dalam menyimak pemaparan materi serta semangat bertanya pada saat sesi tanya jawab dan fokus dalam mengikuti tahapan acara demi acara. Wallahualam.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine

Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir.  Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...