Muslimah HTI Bengkulu
menyelenggarakan "Kajian Cermin Wanita Shalihah “Kembali ke Fitroh, Kembali ke Syariah. Acara ini dihadiri sekitar 25
peserta dari
kalangan mahasiswa, guru dan ibu-ibu majelis taklim. Ustadzah Ummu Athiyah sebagai
narasumber dalam kajian tersebut. Iya menyampaikan bahwa sejatinya bulan
Ramadhan menjadikan setiap hamba semakin bertaqwa. Sebagaimana firman Allah “
wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana
diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa (QS. Al baqarah
[2]: 183). Namun pada fakta nya, setelah bulan Ramadhan selesai, semua kembali
seperti sebelum bulan ramadhan, berbagai jenis kemaksiat dilakukan kembali.
Dampak/akibat penyimpangan terhadap fitroh yaitu tampak kerusakan diamana-mana, hancurnya kehidupan,
Sebagaimana firman Allah “Siapa
saja yang berpaling dari peringatanku , maka
sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (QS Thoha [20] :124”. Semua itu
menunjukkan bahwa bulan Ramadhan tidaklah meningkatkan ketaqwaan mereka kepada
Allah swt.
Cara
memelihara Fitroh satu-satunya yaitu dengan kembali kepada Syariah dalam
naunganDaulah Khilafah. Karena dengan kembali kepada Syariah, fitroh manusia
akan terjaga. Hal itu bisa terwujud jika umat Islam dan tokoh umat secara
bersama-sama berjuang untuk menegakkan kembali Khilafah ar-Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah Tukasnya.
Acara ini
dilaksanakan pada hari ahad, 30 Juli 2016 bertempatan di Masjid Muhtadin
Bengkulu. Acara ini juga bertepatan di bulan syawal, sehingga tema yang
diangkat yaitu Kembali ke Fitroh, Kembali ke Syariah. Peserta begitu semangat
dan antusias dalam menyimak pemaparan materi dan fokus dalam mengikuti tahapan
acara demi acara. Ketika masuk sesi diskusi, terlihat semangat yang menggebu
dari peserta ditandai dengan banyak nya pertanyaan yang dilontarkan.
Wassalam.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar