REFLEKSI HARI ANAK 2010 : SELAMATKAN ANAK INDONESIA DENGAN SYARIAH..................
Setiap tahun, pemerintah mengajak semua komponen bangsa memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli. Namun yang menjadi pertanyaan, cukupkah Hari Anak Nasional tahun 2010 ini hanya diperingati dengan berbagai acara seremoni saja ? Kenyataannya sampai saat ini anak-anak Indonesia belum semuanya bisa hidup bahagia dan memiliki harapan dan cita-cita. Sebagian dari mereka masih hidup dalam suasana memprihatinkan, penuh kesedihan, jauh dari hak-hak anak yang seharusnya mereka terima.
Tahun 2010 ini berapa banyak anak yang mendapat tindakan kekerasan dari orang-orang yang notabene adalah orang tuanya sendiri. Berita anak-anak kurang gizi karena kehidupan mereka yang miskin masih menjadi sorotan utama. Anak-anak yang putus sekolah lalu menjadi anak-anak jalanan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Belum lagi banyak anak-anak yang terkena penyakit berat yang akhirnya meninggal karena ketiadaan biaya untuk berobat. Yang sangat mengkhawatirkan adalah serbuan budaya hedonis dan liberal yang akhir-akhir ini sangat massif. Dampaknya sangat buruk bagi perkembangan psikologis, mental dan jiwa mereka.
Kenyataan berbicara bahwa anak adalah aset masa depan. Tidak hanya aset bagi orang tuanya namun juga aset bangsa ini. Sebab masa depan Indonesia yang akan datang tergantung dengan kondisi generasinya. Sistem kapitalis sekuler yang menguasai Indonesia sampai hari ini telah menciptakan kondisi buruk bagi perkembangan kejiwaan dan perilaku anak. Banyak anak-anak yang tergadaikan hak-haknya karena kelalaian keluarga yang tidak mengerti bagaimana memenuhi hak anak-anak. Juga masyarakat yang sangat abai dengan lingkungan bersosialisasi anak. Sementara di sisi lain negara juga tidak peduli dengan jaminan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan mereka.
Permasalahan anak-anak hanya dapat selesai jika sistem sekuler diganti dengan sistem Islam. Terbukti bahwa hanya sistem Islamlah yang mampu mewujudkan anak-anak berkualitas unggul. Mampu menciptakan anak-anak yang bahagia dan sejahtera. Sebab sistem Islam mengharuskan semua komponen baik keluarga, masyarakat dan negara bersinergi aktif dalam mewujudkan anak-anak yang bermartabat.
Dari rumahlah harapan dan cita-cita bermula... Menuju pribadi yang unggul, keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, masyarakat yang beradab dan negara penuh berkah di bawah naungan cahaya Ilahi...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine
Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir. Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...
-
“ Merajut Ukhuwah Islamiyah ” Muslimah HTI Bengkulu Chapter Kampus menyelenggarakan " Welpart Rujak Party Maba ...
-
REFLEKSI HARI ANAK 2010 : SELAMATKAN ANAK INDONESIA DENGAN SYARIAH.................. Setiap tahun, pemerintah mengajak semua komponen bangs...
-
Muslimah HTI Bengkulu menyelenggarakan " Kajian Cermin Wanita Sholihah ““Perempuan dan Anak-Anak Palestina Tanggun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar