Indonesia tak lama lagi merayakan hari kemerdekaannya pada 17 Agustus, walau secara fisik kita telah merdeka namun tidak demikian dengan pemikiran. Perbincangan mengenai makna kemerdekaan terus dilakukan tak terkecuali oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD I Bengkulu yang mengadakan daurah Muslimah dengan tema “Merindukan Kemerdekaan Hakiki di Bawah Naungan Syariah” Minggu, 14 Agustus 2016.
Daurah berlangsung di sekretariat HTI DPD I Bengkulu, lebih kurang 15 muslimah pilihan hadir dalam daurah. Ustadzah Emnawati (Aktivis MHTI Bengkulu) hadir sebagai pembicara, ia mengatakan bahwa saat ini kita sedang dijajah dengan gaya baru (penjajahan secara pemikiran, red) namun hal tersebut tak disadari oleh kaum muslimin. Buktinya bahwa negeri ini belum merdeka yaitu masih tunduknya mereka kepada Asing, ujarnya. Ia menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan Kemerdekaan Hakiki adalah saat manusia bebas dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi dan penghambaan kepada sesama manusia.
Ia menambahkan bahwa mewujudkan kemerdekaan adalah misi dari Islam, dimana Islam diturun oleh Allah SWT untuk menghilangkan segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan, kezaliman dan penghabaan terhadap manusia. Inti dari kemerdekaan hakiki adalah terkontrolnya tindakan dan pola sikap oleh rasionalitas pemikiran,karena pemikiran yang mendalam akan menuntun manusia tidak terperosok dalam jurang penghambaan pada mahluk, materi dan hawa nafsunya sendiri. Inilah kemerdekaan Islam, cahaya kebebasan yang terpancar dari tauhid bahwa semua yang dilakukan hanya mengharap ridha Allah SWT, tutupnya.
Wallahu’alam Bisshawab.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar