Sebagai
bentuk dukungan terhadap Kampanye Global dan Konferensi Perempuan Internasional,
yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 2017 dengan tema Khilafah dan Pendidikan: Menghidupkan
kembali Masa Keemasan, Divisi Dakwah Kampus MHTI DPD I Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Focus
Discussion Group “Pragmatisme
Pendidikan Tinggi Memperburuk Nasib Rakyat; Mahasiswa Tuntut Pendidikan Islam”.
Acara ini dihadiri sekitar 25
peserta darikalanganaktivis
mahasiswiutusan berbagai universitas yg ada di Kota Bengkulu.
Ustadzah
Indah Kartika Sari, SP sebagai narasumber di acara FGD ini. Beliau mengungkapkan
bahwa kualitas pendidikan tinggi diukur dari kualitas outputnya. Beliau
memaparkan berbagai fakta dlm ranah pendidikan tinggi yg
memprihatinkan. Kebanyakan mahasiswa saat ini sudah tergerus oleh gaya hidup
hedonis, materialistis dan individualis. Selain itu, mahalnya biaya pendidikan
tinggi telah membuat banyak mahasiswa tak berkesempatan mencicipi kesempatan
duduk di bangku kuliah. Semua itu disebabkan oleh pemikiran pragmatisme yg melanda pendidikan
tinggi.Pemikiran pragmatismetdk lain adalah upaya sekulerisme kampus dari agama
dan meniadakan peran negara dlm pembiayaan pendidikan.
Selain
mengungkapkan rusaknya pendidikan tinggi saat ini, Beliau juga
menggambarkan tentang kejayaan pendidikan
Islam pada masa Khilafah yang telah menorehkan sejarah dengan tinta emas. Hanya
Islam yang bisa menjadi solusi dari pragmatime pendidikan saat ini. Sudah saatnya para
mahasiswa berjuang mengembalikan syariah kaafah dalam sistem Khilafah, tukasnya.
Acara ini
dilaksanakan pada Hari Ahad,26
Februari 2017bertempatdiSekretariat
Hizbut Tahrir Indonesia Provinsi Bengkulu. Peserta begitu semangat dan
antusias menyimak pemaparan materi.
Di akhir acara, semua peserta menyatakan komitmennya dan menuntut kembalinya
pendidikan tinggi kelas dunia di bawah naungan Khilafah. Sebagai bentuk
dukungannya, para peserta melakukan aksi tanda tangan sebagai bagian dari
gerakan 1000 aktivis yang diselenggarakan oleh Lajnah Khusus Mahasiswa Muslimah
Hizbut Tahrir Indonesia.
Wallaahu
A'lam bi ash shawaab






Tidak ada komentar:
Posting Komentar