Rabu, 22 Maret 2017

#Reportase_Diskusi Terbatas Tokoh_Forum Mutiara Peradaban_Mewujudkan Pendidikan Ideal,Tanggung Jawab Siapa ?_DPD I Muslimah HTI Provinsi Bengkulu












Sebagai tindak lanjut dari Kampanye Khilafah dan Pendidikan yang sudah digelar beberapa waktu yang lalu, Muslimah HTI DPD I Bengkulu menyelenggarakan Diskusi Terbatas Tokoh  yaitu Forum Mutiara Peradaban (FORMUDA) dengan tema Mewujudkan Pendidikan Ideal,Tanggung Jawab Siapa ?.  Acara ini digelar pada Hari Rabu, 22 Maret 2017 di Orchid Room Hotel Samudera Dwinka Kota Bengkulu.

Pada sesi I, Ibu Sri Sulastri, SEI  menyampaikan materi dengan judul Quo Vadis Pendidikan Kita. Sebagai praktisi pendidikan, Beliau memaparkan fakta-fakta krisis pendidikan yang terjadi di Provinsi Bengkulu. Beliau memantik peserta dengan pertanyaan kritis, “Mengapa terjadi krisis di Bengkulu sementara Bengkulu memiliki SDM berprestasi dan SDA yang kaya ?”

Sesi ini mendapatkan respon dari sejumlah peserta.  Peserta dari kalangan praktisi pendidikan menilai bahwa dana pendidikan belum sepenuhnya diberikan oleh pemerintah. Sementara peserta wakil dari Kanwil Menag Provinsi Bengkulu menyatakan bahwa pendidikan agama yang kurang menjadi faktor penyebab munculnya krisis pendidikan.  Hal ini diperkuat lagi oleh pernyataan peserta perwakilan dari MUI Provinsi Bengkulu bahwa kurangnya pendidikan dari keluarga telah menyebabkan degradasi pada generasi yang notabene merupakan output pendidikan.

Pada sesi II, Ibu Fitri  Andusti menyampaikan materi dengan judul Sistem Pendidikan Islam, Mewujudkan Generasi Mulia Dan Peradaban Emas.  Beliau menjelaskan bahwa krisis pendidikan muncul karena dua faktor yaitu penguasaan SDA oleh para kapitalis dan sekulerisasi kurikulum.  Keduanya  menjadi sebab mahalnya biaya pendidikan dan split personality pada anak didik.  Beliau memantik peserta dengan pertanyaan, “Adakah solusi alternative bagi krisis pendidikan saat ini ?”.  Sebagai pemancing, Beliau menawarkan peserta untuk kembali kepada sistem pendidikan Islam yang telah terbukti mampu mewujudkan generasi emas dan peradaban mulia.

Suasana semakin menghangat dengan statemen salah seorang peserta Konferensi Perempuan Internasional Khilafah dan Pendidikan yang mengatakan bahwa pihak yang punya tanggung jawab besar dalam pendidikan adalah negara.  Negara harus menerapkan sistem pendidikan Islam sebagai satu-satunya sistem yang pernah berhasil mewujudkan manusia-manusia beradab dan sistem pendidikan yang dulu menjadi acuan barat.

Diskusi terbatas tokoh ini akhirnya melahirkan kesimpulan bahwa harus ada sinergi di antara pelaku pendidikan.  Negara sebagai pelaku pendidikan yang porsinya paling besar punya kewajiban untuk menerapkan sistem pendidikan Islam yang terbukti mampu menuntaskan persoalan dunia pendidikan dengan penyelesaian yang memuaskan akal, sesuai dengan fitrah manusia dan menentramkan jiwa.
Diskusi terbatas tokoh Forum Mutiara Peradaban ini dihadiri tidak kurang dari 20 orang peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan seperti Kanwil Menag Provinsi Bengkulu, Dinas Diknas Provinsi Bengkulu,  Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bengkulu, MUI Provinsi Bengkulu, beberapa ormas Islam, organisasi profesi pendidikan dan juga para praktisi pendidikan.

Acara ini diliput oleh media online daerah.

http://redaksibengkulu.co.id/daerah/kota-bengkulu/muslimah-hti-bengkulu-generasi-muda-indonesia-sangat-mengkhawatirkan/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine

Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir.  Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...