Muslimah HTI
Bengkulu bekerjasama dengan BKMT Sungai Serut, MHTI Bengkulu Utara dan MHTI
Ketahun menyelenggarakan "Kajian Cermin Wanita Shalihah “ Hakikat Taubat Dari Maksiat ” Acara
ini dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan guru dan ibu-ibu majelis taklim.
Kali ini menghadirkan 3 pembicara yaitu Ustadzah Feliyanah, S.Pd, Ustadzah Drg. Wardah Samanhudi dan Ustadzah Noza
Ekawati, S.Si. Dalam acara ini dipaparkan materi tentang " Hakikat Taubat Dari Maksiat”. Para
pembicara menjelaskan bahwa taubat harus mencangkup beberapa hal
yaitu: 1. Menyesali perbuatan maksiat yang dilakukan; 2. Memohon
ampunan/beristigfar; 3. Mengqadha kewajiban yang harus di qadha; 4. Berazam untuk tidak mengulanginya lagi; 5. Mengembalikan
hak orang-orang yang sudah di zhalimi dan; 6. Menggiatkan diri dengan ketaatan
kepada Allah. Perwujudan dari taubat adalah sami’na wa atho’na, dengan melaksanakan Islam secara kaffah (menyeluruh). Selain itu para pembicara juga
mengkritisi kondisi generasi saat ini yang sudah sangat rusak. Maraknya paedofil
anak, kekerasan anak, pergaulan bebas, narkoba dan lain sebagainya notabene dilakukan
oleh para generasi muda sebagai generasi
penerus. Jika sekarang generasinya sudah rusak, bagaimana nasib
bangsa ini beberapa tahun ke depan?
Acara
ini mendapatkan respon positif dari peserta. Salah satu pertanyan dari peserta adalah tentang bagaimana cara mendidik anak sesuai
tuntutan zamannya.
Pembicara menanggapi bahwa dalam mendidik anak memang
harus
sesuai dengan zamannya. Orang tua harus memahami konsep pendidikan anak dalam Islam dan juga tidak gagap teknologi. Oleh karena itu orang tua harus memahami Islam dengan cara mengkaji
Islam. Pembicara mengajak para
peserta untuk ikut program “Yuk Ngaji”.
Acara ini
dilaksanakan pada Hari Jumat, 27 November 2015 bertempat di 3 kota yaitu di Masjid
Nurul Ihsan Kelurahan Tanjung Jaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, di kediaman
Ibu Rifda D1 Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara dan di Masjid
Miftahul Khair Kompleks Padat Karya Kota Argamakmur Kabupaten Bengkulu Utara. Acara
ini dilaksanakan selain untuk syiar Islam, juga untuk merespon permasalahan yang menimpa umat
khususnya masalah perempuan,
keluarga dan generasi sesuai dengan pandangan Islam. Dan semua permasalahan yang menimpa
perempuan, keluarga dan generasi hanya bisa selesai dengan diterapkannya Islam
dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Untuk itu, mari kita berjuang
bersama-sama untuk tegaknya Khilafah ar-Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah.
Wallahu a’lam bish shawab.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar