Senin, 07 Desember 2015

Mau Mencoba, Itu Kuncinya

By. Indah

Ketika anda ikut dalam sebuah kursus bahasa arab, sudahkan anda membuat target capaian ? Misalnya ikut program #Sajadah..dalam waktu 3 bulan, target anda  mahir bahasa arab.

Kalo anda  pemula, targetnya adalah  mahir di teori inti bahasa arab dan mampu membuat kalimat sederhana…
Bagi yang sudah tingkat lanjutan, targetnya adalah dapat menterjemahkan teks-teks arab dan lancar bercakap-cakap bahasa arab fushah…

Tentu harapan itu tidak akan jadi kenyataan jika anda hanya menyimpannya dalam benak. Perlu langkah-langkah jitu untuk mencapai kesuksesan anda.  Dan itu berawal  dari “Mau Mencoba”..

"Mau Mencoba" adalah kunci untuk membuka pintu sukses. Sebab, dengan mencoba, Anda akan tahu bagaimana kesalahan, kegagalan, kesulitan, sehingga membuka pintu kemajuan bahasa arab anda.

Mari mencoba dengan melakukan beberapa  langkah berikut ini:

1. Mencoba untuk memperbaharui niat kembali. Tanamkan selalu  keikhlashan dalam belajar bahasa arab semata-mata untuk melaksanakan kewajiban thalabul ilmi dalam rangka meraih keridhaan Allah.  Jauhkan belajar bahasa arab karena prestise juga karena mengikuti trend.. Bisa jadi kegagalan kita dalam bahasa arab berawal karena kurang ikhlasnya kita dalam belajar.

2. Mencoba memantapkan tujuan belajar bahasa arab.  Ingat-ingat selalu  tujuan kita belajar adalah untuk memahami bahasa al quran dan al Hadits agar lebih paham agama. Mungkin kegagalan kita belajar karena kita kurang fokus pada tujuan utama. Salah tujuan  bisa berakibat konsistensi kita seringkali putus di tengah jalan. Jadi kalau memang awalnya hanya belajar percakapan  karena ada rencana pergi ke tanah arab, setelah itu lanjutkan dengan belajar kaidah-kaidahnya.

3. Mencoba memperlancar bacaan al Qurän dan menulis tulisan arab. Mau tidak mau, lancarnya bacaan al Quran menjadi syarat utama keberhasilan kita belajar bahasa arab. Kaidah-kaidah bahasa arab sangat berhubungan dengan kaidah membaca al Quran. Kesalahan dalam panjang pendek bisa merubah arti. Fatal kan akibatnya.

4. Mencoba mencari metode belajar yang membuat kita merasa nyaman belajar.  Di #Sajadah, peserta sudah mengakui bahwa mereka merasa nyaman  belajar  tanpa dikejar-kejar deadline. Kenyamanan dalam belajar memudahkan kita memahami pelajaran yang kita terima dari pembimbing.

5. Mencoba merutinkan latihan. Rasulullah mengajarkan untuk selalu merutinkan amal kebaikan walaupun sedikit. Dari pengalaman yang ada, jika seseorang mendawamkan latihan, maka pengaruhnya akan terus menempel di benak.  Merutinkan latihan juga akan mencegah masuknya rasa malas, shg akhirnya membuat kita vakum belajar.

6. Mencoba mengatur ulang waktu kita.  24 jam akan terasa produktif dan efektif  jika kita memanage dengan baik. Sesibuk apapun, tetap masukkan agenda belajar bahasa arab dalam  prioritas pembagian waktu harian kita. Kita bisa memilih waktu-waktu fresh untuk mengerjakan latihan.

7. Mencoba untuk selalu sharing dengan pembimbing  jika ada kesulitan dalam mengerjakan latihan. Pembimbing akan dengan senang hati memberikan kunci jawaban latihan.  Jika anda merasa kurang puas dengan hasil latihan anda, mintalah kepada pembimbing tambahan latihan sampai anda memahaminya.

8. Mencoba untuk mengiqab (menghukum-red) diri kita sendiri saat kita merasa tidak mengalami progress dalam belajar.  Ini yang dilakukan para pembelajar bahasa arab di masa lampau.  Salah satunya dengan  cara memberikan infaq.   Mudah-mudahan ini menjadi washilah agar Allah memudahkan kita memahami bahasa nabiNya..

Selamat mencoba…

http://lisanmulia.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine

Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir.  Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...