Kamis, 02 Maret 2017

#Reportase_Diskusi Terbatas Himpunan Guru Inspiratif Divisi Dakwah Sekolah Muslimah HTI Provinsi Bengkulu







Sebagai bentuk dukungan terhadap Kampanye Global dan Konferensi Perempuan Internasional, yang akan diselenggarkan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 2017 dengan tema Khilafah dan Pendidikan: Menghidupkan kembali Masa Keemasan,   Divisi Dakwah Sekolah Musli ah Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Provinsi Bengkulu  menyelenggarakan Diskusi Terbatas Himpunan Guru Inspiratif dengan tema " Idealisme Guru Antara Realita dan Harapan" dengan peserta sekitar 14 orang peserta dari kalangan guru sekolah menengah.

Ustadzah Noza Ekawatj, S.Si. sebagai narasumber  memaparkan bahwa saat ini para guru telah kehilangan idealismenya.  Fakta telah menunjukkan bahwa saat ini guru lebih banyak melakuka transfer ilmu daripada transfer nilai kepada anak didik.  Beliau menambahkan bahwa tergerusnya idealisme guru disebabkan sekulerisasi dalam bidang pendidikan yang berdampak pada kegagalan   mencetak generasi  cemerlang yang sukses dunia & akhirat.

Peserta pun mencurahkan suara hati mereka dengan berpartisipasi  menandatangani surat terbuka guru inspiratif kepada penguasa.  Peserta  menginginkan kembalinya sistem  pendidikan Islam pada abad  keemasan dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyyah.
Acara ini diselemggarakan Ahad, 26 Februari 2017 bertempat di Kota  Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara.

Peserta antusian mendengarkan dan menyimak pemaparan materi. Dan  sebagai penutup, Ustadzah Noza Ekawati mengajak seluruh peserta untuk ikut berjuang bersama Hizbut Tahrir dalam perjuangan penegakan Syariah Dan Khilafah agar terwujud sistem pendidikan Islam yang diharapkan.

Reportase Focus Discussion Group (FGD) #Kampus_DPD 1Muslimah_HTI_Provinsi_Bengkulu “Pragmatisme Pendidikan Tinggi Memperburuk Nasib Rakyat; Mahasiswa Tuntut Pendidikan Islam”









Sebagai bentuk dukungan terhadap Kampanye Global dan Konferensi Perempuan Internasional, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 11 Maret 2017 dengan tema Khilafah dan Pendidikan: Menghidupkan kembali Masa Keemasan, Divisi Dakwah Kampus MHTI  DPD I Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Focus Discussion Group “Pragmatisme Pendidikan Tinggi Memperburuk Nasib Rakyat; Mahasiswa Tuntut Pendidikan Islam”. Acara ini dihadiri sekitar 25 peserta darikalanganaktivis mahasiswiutusan berbagai universitas yg ada di Kota Bengkulu.

Ustadzah Indah Kartika Sari, SP sebagai narasumber di acara FGD ini. Beliau mengungkapkan bahwa kualitas pendidikan tinggi diukur dari kualitas outputnya. Beliau memaparkan berbagai fakta dlm ranah pendidikan tinggi yg memprihatinkan. Kebanyakan mahasiswa saat ini sudah tergerus oleh gaya hidup hedonis, materialistis dan individualis. Selain itu, mahalnya biaya pendidikan tinggi telah membuat banyak mahasiswa tak berkesempatan mencicipi kesempatan duduk di bangku kuliah. Semua itu disebabkan oleh pemikiran pragmatisme yg melanda pendidikan tinggi.Pemikiran pragmatismetdk lain adalah upaya sekulerisme kampus dari agama dan meniadakan peran negara dlm pembiayaan pendidikan.

Selain mengungkapkan rusaknya pendidikan tinggi saat ini, Beliau juga menggambarkan tentang kejayaan pendidikan Islam pada masa Khilafah yang telah menorehkan sejarah dengan tinta emas. Hanya Islam yang bisa menjadi solusi dari pragmatime pendidikan saat ini. Sudah saatnya para mahasiswa berjuang mengembalikan syariah kaafah dalam sistem Khilafah, tukasnya.

Acara ini dilaksanakan pada Hari Ahad,26 Februari 2017bertempatdiSekretariat Hizbut Tahrir Indonesia Provinsi Bengkulu. Peserta begitu semangat dan antusias  menyimak pemaparan materi. Di akhir acara, semua peserta menyatakan komitmennya dan menuntut kembalinya pendidikan tinggi kelas dunia di bawah naungan Khilafah. Sebagai bentuk dukungannya, para peserta melakukan aksi tanda tangan sebagai bagian dari gerakan 1000 aktivis yang diselenggarakan oleh Lajnah Khusus Mahasiswa Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.

Wallaahu A'lam bi ash shawaab

Selasa, 14 Februari 2017

Reportase DAURAH Islam Rahmatan Lil ‘Aalamiin #DPD 1 Muslimah_HTI_Provinsi_Bengkulu “Indahnya Hidup Dalam Islam Rahmatan Lil’alamiin”




Umat Islam saat ini tengah sakit dan tak kunjung membaik. Kerusakan demi kerusakan terjadi di mana-mana. Hal ini dikarenakan kaum muslimin jauh dari kehidupan Islam sehingga Islam Rahmatan Lil ’Aalamin tak terwujud saat ini. Oleh karena itu Muslimah HTI DPD I Bengkulu menyelenggarakan Daurah IRA (Islam Rahmatan Lil ’Aalamiin) dengan tema “Indahnya Hidup Dalam Islam Rahmatan Lil’Alamiin”  pada Minggu, 12 Februari 2017 bertempat di Masjid Al Muhtadin Bengkulu. Acara daurah IRA ini dihadiri lebih kurang 20 peserta dari kalangan mahasiswi, guru, ibu rumah tangga dan jama’ah majelis taklim.
Ustadzah Indah Kartika Sari, SP. (Ketua Muslimah HTI DPD I Provinsi Bengkulu) sebagai narasumber dalam Daurah IRA kali ini.  Dalam uraiannya Beliau menjelaskan bahwa Allah SWT telah berfirman

 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِين َ  

“Dan tiadalah Kami utus Engkau (Wahai Muhammad) melainkan agar menjadi rahmat bagi seluruh alam” (TQS. AL Anbiya 107)


Beliau mengatakan bahwa Islam diturunkan oleh Allah SWT agar menjadi Rahmat tak hanya bagi kaum muslimin melainkan juga  untuk non muslim bahkan seluruh alam.  Islam Rahmatan Lil ‘Aalamiin adalah agama yang diturunkan kepada Rosulullah SAW.  Rahmatnya Islam terwujud manakala seluruh syariatNya diterapkan  dalam seluruh aspek kehidupan.
Problematika umat Islam saat ini adalah belum tegaknya syariat Islam yang menjadi solusi seluruh permasalahan mereka.  Sehingga umat wajib melaksanakan seluruh syariat Allah untuk mewujudkan kembali Islam Rahmatan Lil Aalamiin.  Jalan yang ditempuh adalah menegakkan Khilafah sebagai satu-satunya metode untuk  menerapkan syariat Islam kaafah sehingga alam semesta merasakan indahnya hidup dalam Islam rahmatan Lil ‘Aaalamiin.
Di akhir materi, Ustadzah Indah  tak lupa mengajak peserta untuk bergabung bersamaMuslimah  Hizbut Tahrir Indonesia untuk memperjuangkan tegaknya Khilafah. Para peserta sangat antusias menyimak materi yang disampaikan. Itu terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan.
Wallahu’alam Bishawab.



Minggu, 22 Januari 2017

Reportase Kajian Cermin Wanita Shalihah (KCWS) "Mencari Pemimpin Dambaan Umat" #DPD 1Muslimah_HTI_Provinsi_Bengkulu “Mencari Pemimpin Dambaan Umat”










Melihat kondisi umat saat ini yang semakin hari semakin memprihatinkan karena  kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, maka Muslimah HTI DPD 1 Provinsi Bengkulu pada hari ahad (22/01/17) bertempatan di Masjid Al-Muhtadin Kota Bengkulu mengadakan acara Kajian Cermin Wanita Sholihah dengan tema “Mencari Pemimpin Dambaan Umat”. Acara ini  dihadiri oleh kurang lebih 30 peserta dari berbagai kalangan. Hadir sebagai pembicara Ustadzah Ummu Athiyah.

Beliau menggambarkan  fakta kerusakan hidup rakyat di bawah kepemimpinan sistem Demokrasi di mana pada awal  tahun 2107 rakyat mendapat “kado pahit” dari pemerintah berupa  kenaikan biaya pengurusan STNK, BPKB, TNKB dan lain sebagainya, kenaikan harga BBM jenis umum yang naik 300 perliter juga kenaikan harga  tarif dasar listrik (TDL) untuk pelanggan golongan 900 VA. Semua itu fakta yang menunjukkan ketidakadilan pemerintah terhadap rakyat, pungkasnya.

Beliau juga memaparkan bagaimana kriteria pemimpin dalam Islam (Khalifah) yaitu muslim, laki-laki, baligh, berakal dan adil juga dilihat mampu tidaknya mengemban amanah. Kriteria ini ditetapkan karena beratnya tugas dan tanggung jawab seorang Khalifah dalam memimpin umat.

Beliau juga mengatakan bahwa umat Islam harus memilih pemimpin yang mau menerapkan sistem Islam yaitu menerapkan hukum yang bersumber dari Allah SWT.  Sebab Sistem Islam yang diterapkan oleh institusi Khilafah adalah satu-satunya solusi dari semua kerusakan-kerusakan yang terjadi saat ini. Tak lupa beliau mengajak umat khusus nya peserta Kajian Cermin Wanita Shalihah untuk bersama-sama memperjuangkan tegaknya sistem Islam dalam naungan Daulah Khilafah.

Dalam menyimak pemaparan dari pemateri, peserta Kajian Cermin Wanita Shalihah sangat antusias. Hal itu dilihat dari banyaknya pertanyaan peserta ketika dibuka sesi tanya jawab oleh moderator. Namun karena dibatasi oleh waktu maka acara pun harus segera diakhiri.

Wallahu a'lam.


Rabu, 28 Desember 2016

Reportase Daurah Intelektual Peduli Umat DPD 1 Muslimah_HTI_Provinsi_Bengkulu “Cinta Rasul, Tegakkan Khilafah! Raih Islam Rahmatan lil älamiin



Generasi bangsa yang disebut sebagai Intelektual Muda adalah adalah generasi yang memiliki potensi yang sangat besar dalam membawa perubahan,  karena di tangan merekalah peradaban akan terukir. Namun kondisi generasi itu saat ini sungguh memprihatinkan. Didasari keinginan untuk membawa perubahan bagi kalangan inteletual muda,  Divisi kampus Muslimah HTI DPD 1 Bengkulu mengadakan acara Daurah Intelektual Peduli Umat. Acara ini diadakan pada Hari Minggu (25/12/2016)  bertempat di Masjid Muhtadin Kota Bengkulu dengan tema “Cina Rasul, Tegakkan Khilafah! Raih Islam Rahmataan lil alamin”.  Acara ini dihadiri oleh lebih kurang 25 peserta dari kalangan mahasiswa hingga pelajar.

Ustazah Indah Kartika Sari, SP sebagai narasumber di acara daurah tersebut. Dalam materinya Beliau menggambarkan betapa indahnya perilaku Rasulullah SAW sampai-sampai Ali RA mengatakan “Bagaimana aku bisa menceritakan akhlak Nabi sementara keindahan dunia saja susah digambarkan ?”.  Maka sudah selayaknyalah kita merasa rindu dengan ajaran Beliau dengan menjadikan Beliau SAW sebagai satu-satunya teladan dalam kehidupan.
Beliau juga menjelaskan bahwa cara mengikuti jejak langkah Beliau adalah dengan melanjutkan risalah yang dibawanya  agar menjadi Rahmatan lil Aalaamiin.  Rahmat bagi seluruh alam akan terwujud jika diterapkan syariat Islam yang kaafah. Oleh karena itu, bukti Cinta kita kepada Beliau adalah dengan menerapkan syariat Islam yang dibawa Beliau  secara kaafah. Sebagaimana pula keimanannya kepada Allah SWT harus disertai ketundukan pada segenap aturan-aturanNya. Ada satu langkah yang harus dilakukan yaitu tegakkan Khilafah, karena hanya dengan menegakkan Khilafah, syariat Islam kaafah bisa teralisasikan, pungkasnya.
Para peserta semakin antusias mendengarkan pemaparan dari pembicara yang dibuat menarik dengan menayangkan berbagai tayangan  video yang mampu menggugah hati para intelektual yang hadir pada saat itu .
Diakhir acara beliau mengajak para intelektual yang hadir untuk bersama-sama berjuang dalam menegakkan Khilafah, karena inilah bentuk cinta kita kepada Rasul dan bentuk kepedulian kita kepada umat.  Sebab hanya syariah saja yang mampu secara tuntas  menyelesaikan persoalan-persoalan umat yang semakin hari semakin pelik.
Wallahu a’lam Bishshawab









Minggu, 18 Desember 2016

Reportase Seminar Ibu Nusantara (SIN) #DPD 1 Muslimah_HTI_Provinsi_Bengkulu “Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga”










Muslimah HTI Bengkulu menyelenggarakan "Seminar Ibu Nusantara “Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga” Acara ini dihadiri sekitar 100 peserta dari kalangan guru, mahasiswi, pelajar, ibu-ibu majelis taklim dan insan media. Kali ini menghadirkan 4 pembicara yaitu Ustadzah Feliyanah, S.Pd, Ustadzah Drg. Wardah Samanhudi dan Ustadzah Noza Ekawati, S.Si. dan  UstadzahFitri Andusti, S.Pd. Dalam acara ini dipaparkan  materi tentang " Negara Soko Guru Ketahanan Keluarga”.  Para pembicara menjelaskan   bahwa saat ini kerusakan ketahanan keluarga merupakan dampak dari abainya negara dalam melindungi benteng keluarga. Ketahanan keluarga menjadi persoalan yang amat penting karena merupakan salah satu pilar ketahanan masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu segala hal yang mengarah kepada kerapuhan keluarga harus dihilangkan dan diselesaikan. Salah satu kondisi yang menunjukkan kerapuhan keluarga di Indonesia adalah tingginya angka perceraian. Bahkan angka perceraian di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Setidaknya 40% penceraian terjadi setiap jam, 70,5%  adalah gugat cerai dari pihak istri . Indonesia menempati rangking teratas.
Acara ini dilaksanakan pada Hari Ahad, 18 Desember 2016 bertempat di Aula Anggrek Hotel Samudera Dwinka,  Kota Bengkulu,. Acara ini dilaksanakan selain untuk syiar Islam, juga untuk merespon permasalahan yang menimpa umat khususnya masalah perempuan, keluarga dan generasi sesuai dengan pandangan Islam serta menjleaskan bahwa saat ini negara abai terhadap tanggungjawab sebagai soko guru ketahanan keluarga Dan semua permasalahan yang menimpa perempuan, keluarga dan generasi hanya bisa selesai dengan diterapkannya Islam dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Untuk itu, mari kita berjuang bersama-sama untuk tegaknya Khilafah ar-Rasyidah ‘ala Minhaj an-Nubuwwah.

Acara ini juga diliput oleh sejumlah media baik cetak maupun online.

Koran Radar memuat berita tentang SIN pada halamannya tanggal 19 Desember 2016.

Pemberitaan Seminar Ibu Nusantara ada di beberapa media online. Berikut  linknya :

http://bengkulutoday.com/prihatin-angka-perceraian-meningkat-mhti-gelar-seminar-ibu-nusantara

http://redaksibengkulu.co.id/2016/12/20/rapuhnya-ketahanan-keluarga-berkontribusi-pada-rusaknya-generasi-muda/

Wallahu a’lam bish shawab.


Selasa, 29 November 2016

Reportase FORMASI (Forum Mahasiswi Ideologis) edisi Perdana Divisi Kampus DPD 1 Muslimah_HTI Provinsi Bengkulu “Mewujudkan Intelektual Qur’ani Dambaan Umat”







Sebagai bentuk perhatian  kepada intelektual muslim, Divisi Kampus Muslimah HTI DPD I Provinsi Bengkulu menyelenggarakan FORMASI (Forum Mahasiswi Ideologis) dengan tema “Mewujudkan Intelektual Qurani Dambaan Umat. Acara ini dihadiri tidak kurang 25 peserta mahasiswi dari berbagai kampus. Siti Soleha Mansur yang merupakan aktivis mahasiswi Univeritas Bengkulu adalah  narasumber pertama  yang membawakan materi dengan tema “Back To Qur’an, Back To Muslim Identity”.  Di kala intelektual muda hanya disibukkan dengan urusan mereka masing-masing dan  hanya menghabiskan waktu mereka untuk menikmati kesenangan semata. Ternyata masih ada intelektul muda yang sedang berusaha memperbaiki diri untuk menjadi intelektual Qurani, paparnya.  Siti Soleha menyampaikan bahwa Intelektual Muda sudah seharusnya menjadi garda terdepan dalam perubahan. Untuk bisa mewujudkan perubahan yang hakiki maka perubahan itu harus didasari pemikiran Islam. Untuk itu  intelektual muda muslim harus kembali kepada Al-Qur’an dan kembali kepada Identitas Islam. Siti Soleha mengajak intelektual muslim mencintai Al-Qur’an dengan bukti 5 M yaitu mengimaninya, membacanya, memahaminya, mengamalkannya,  mengajarkannya serta mendakwahkannya. Intelektual muslimah sejati, merekalah yang menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidup dan menjadikan  Al Quran sebagai rujukan dalam membawa umat Islam menuju perubahan yang hakiki.

Selanjutnya Nining  Tri Satria, S.Si sebagai narasumber kedua menyampaikan materi dengan tema  “Intelektul Muslim : Dengan Qur’an, Bawa Perubahan, Wujudkan Islam Kaafah”. Intelektual Muda Muslim haruslah memiliki sikap bawa perubahan. Tentunya bawa perubahan dengan Al-Qur’an untuk  mewujudan Islam Kaaffah, tukasnya.   Nining menegaskan kembali bahwa Islam tidak hanya mengatur masalah Ibadah saja, tetapi Islam mengatur seluruh aspek kehidupan. Islam itu adalah agama yang paripurna  sebab Islam  mengatur hubugan manusia dengan Allah SWT, mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri, juga mengatur bagaimana hubungan manusia dengan manusia lain. Di akhir materi, Nining  mengajak Intelektual Muda Muslim untuk kembai kepada Al-Qur’an Wujudkan Islam Kaafah melalui tegaknya Khilafah.  Caranya adalah mengajak intelektual muslim untuk  mengaruskan aktivitasnya dengan ilmu, mengaji dan berdakwah.

Acara ini dilaksanakan pada Hari Minggu, 27 November  2016 di Hotel Samudra Dwinka Kota Bengkulu.  

Acara ini dilaksanakan sebagai  bentuk syiar Islam di kalangan mahasiswi muslim  untuk terus menerus menyerukan Islam Kaafah.  Peserta begitu semangat dan antusias dalam mengikui acara hingga selesai.

Acara ini juga diliput oleh media online BengkuluTodays.


http://bengkulutoday.com/hti-bengkulu-dukung-aksi-damai-bela-islam-iii-2-desember 

Wallahu a’lam.

Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine

Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir.  Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...