Selasa, 25 Oktober 2016

Reportase Seminar Mahasiswi Islam Untuk Peradaban (SMIP) DPD 1 Muslimah_HTI_Provinsi_Bengkulu “Reaktualisasi Peran Intelektual Muda Dalam Mewujudkan Kembali Peradaban Islam”















Muslimah HTI Dewan Pimpinan Daerah I Provinsi Bengkulu menyelenggarakan Seminar Mahasiswi Islam Untuk Peradaban  dengan tema  “Reaktualisasi Peran Intelektual Muda Dalam Mewujudkan Kembali Peradaban Islam”  Acara ini dihadiri kurang lebih 300 peserta dari kalangan mahasiswi, para intelektual muda.

Drg. Wardah Samanhudi sebagai narasumber pertama dengan tema “Potensi dan Tantangan Khilafah Abad 21”. Beliau  menyampaikan bahwa Islam telah menorehkan sejarah luar biasa sepanjang kehidupan manusia. Dengan penerapan Islam kaffah dalam naungan khilafah, Islam telah menguasai hampir 2/3 dunia, kaum muslim menjadi kaum terbaik dan menghasilkan pemuda luar biasa pencetus keilmuan modern yang ilmunya menjadi rahmat untuk semesta alam. Akan tetapi saat ini umat muslim terpecah belah menjadi berbagai negara atas tangan penjajah sehingga kaum muslimin tidak lagi menjadi kaum terbaik. Oleh karena itu, kita harus kembali menyatukan kaum muslim d bawah naungan khilafah. Hanya dengan khilafah kaum muslim mampu menerapkan Islam kaffah dan menjadi umat terbaik, paparnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Muslimah HTI Provinsi Bengkulu, Indah Kartika Sari, SP sebagai narasumber kedua, beliau menyampaikan bahwa Khilafah merupakan kewajiban dan kebutuhan bagi umat muslim, juga wajib memperjuangkannya. Banyak cara yang telah kaum muslimin lakukan untuk memperjuangkannya tetapi mengalami kegagalan. Sehingga ketika kita ingin mewujudkan kehidupan Islam dibawah naungan Khilafah, kita harus menggunakan metode shahih yang telah dicontohkan Rasulullah. Yaitu tasqif (pembinaan), tafa’ul ma’al umah (interaksi dengan umat), dan tathbiq akhkamul islam (penerapan hukum Islam).

Pemuda memiliki peran besar dalam melakukan perubahan dunia. Beliau menyeru pemuda untuk bangkit, mewujudkan peran intelektual muda untuk mewujudkan kembali peradaban Islam di bawah naungan Khilafah. Terakhir, Beliau menyeru mahasiswi untuk mengubah perilaku hidup mahasiswi menjadi Buku, Ngaji dan Dakwah.

Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Oktober 2016 bertepat di Hotel Samudera Dwinka Kota Bengkulu. Acara ini dilaksanakan sebagai  bentuk  syiar Islam di kalangan mahasiswi muslim. Peserta begitu semangat dan antusias dalam menyimak pemaparan materi.  Pertanyan demi pertanyaan diutarakan para intelektual muda adalah sebagai bentuk ke-antusiasan mereka dalam mengikut acara Seminar Mahasiswi Islam Untuk Peradaban. Dan fokus dalam mengikuti tahapan acara demi acara.

Tak hanya itu, 10 media lokal  baik cetak maupun online turut meliput dan menurunkan  berita Seminar Mahasiswi Islam Untuk Peradaban.




Wallahualam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pemuda Islam : Think About Palestine Not Valentine

Oleh Najmah Jauhariyyah (Pegiat Sosial Media Bengkulu) Manusia adalah makhluk yang mampu berfikir.  Dengan berfikir manusia menjadi makhlu...